Monday, December 26, 2022

Rindu Pemimpin Bijak

 Oleh : Wyda Asmaningaju

foto Bu Ratih (dok pribadi)


Kehadirannya hampir bersamaan dengan saya di sekolah ini. Jabatan Kepala Sekolah baru saja di terima melalui segudang prestasi akademiknya. Nama lengkap beliau adalah Ibu Hj. Dra.  Ratih Retno Hartati, M.Pd. Tepatnya awal bulan Oktober 2017 beliau menjabat Kepala Sekolah setelah kepulangan melaksanakan ibadah haji di tanah suci bersama suami tercinta.

 

Awal kehadirannya yang mungkin menjadi siraman hujan es yang membuat kesejukan bagi penghuninya.. Tentunya sebagai pemimpin baru ada banyak pihak berebut untuk mencari celah perhatiannya tapi sedikitpun beliau tidak pernah bertindak sembrono. Pertama yang dilakukannya hanya sebagai pengamat tanpa banyak percaya dari berbagai sumber terutama sang pencari muka. Tak jarang banyak laporan di sana sini dari orang yang terkesan peduli beliau tapi sekali lagi hanya diterima selanjutnya melalui banyak proses penyelidikan.


Beliau seakan membangunkan orang yang sudah lama terlelap dalam buaian semilir angin kesejukan. Saya percaya hal itu memang sangat sulit terutama untuk mereka yang benar-benar “tertidur pulas”. Mungkin ini yang dinamakan perjuangan berat dalam kepemimpinan, mulai bawahan sampai staff dilakukannya penertiban tugas masing-masing sesuai tupoksi mereka.

Tentunya Kehadiran Kepala Sekolah baru yang “manantang” ini  banyak mengundang aksi pro dan kontra terutama pemain lama atau senior. Semua wakil dan staff beliau rombak sesuai penilaian pribadi. Mereka yang sudah nyaman dengan kiprahnya tetiba ada pergeseran jabatan dan sebagainya. Tentunya kelompok itu yang sering membuat bumerang di tengah-tengah lajunya ketertiban di sekolah. Saya yang sudah biasa dengan gaya kepemimpinan beliau layaknya dulu masih ikut swasta tidak gentar sedikitpun. Malah saya sangat mendukung setiap program-program yang di tugaskan kepada saya.

Meskipun rumah beliau di Surabaya selatan dan sekolah kami di Surabaya Utara, beliau tidak pernah mengajarkan kami mengenal kata “terlambat” sama sekali. Kehadirannya setiap hari di sekolah sebelum jam 06.00 pagi. Tidak jarang bagi teman yang suka terlambat sering terburu-buru sambil melirik sudah ada Bu Ratih berdiri menyalami anak-anak. Ini yang menjadi teladan kami untuk tidak mengenal kata terlambat.

   Disiplin itu nomer satu yang harus kita tanamkan dalam diri kita mulai sekarang setelah itu baru mendisiplinkan orang lain atau anak didik kita.” Petuah beliau disaat rapat.


Kebijakan yang diterapkan tidak pandang bulu apakah pesuruh atau staff dan membuat kebanyakan orang “kebakaran jenggot” tapi hal ini tidak membuat beliau berkecil hati malah menjadi pemantik untuk selalu bersikap tegas dan disiplin dalam setiap langkah. Keputusan yang diambil benar-benar sudah melalui pemikiran yang ketat sehingga tidak pernah merugikan kami sebagai pelaksana. Tidak jarang beliau menemukan pembangkang yang tidak bertanggung jawab tapi dihadapinya dengan sabar dan tawakal.


Setiap penerima program atau pengemban tugas wajib melaporkan tugas mereka masing-masing. Secara periodik beliau memeriksa setiap laporan yang masuk. Seakan tanpa kenal lelah beliau menjalankan tugasnya dengan enjoy bahkan beliau sering pulang sore karena memang semua urusan baru saja kelar. Seandainya ada yang tidak sesuai beliau selalu menegur dengan cara memanggil di ruangan tersendiri. Sudah menjadi pembicaraan banyak orang seandainya ada yang masuk ruang kepala sekolah berarti orang ini bermasalah.


Tidak jarang beliau mengadakan rapat dadakan terkait evaluasi program yang kadang tidak sesuai dengan rencana. Rapat selalu diawali pemutaran video asmaul husna sehingga memberikan kesan bagi penghuninya adalah semua hal yang kami lakukan ada Allah yang selalu meminta pertanggung jawaban kita sebagai hambaNYA. Dalam rapat beliau sering meminta pertanggung jawaban tentang tugas-tugas yang mungkin belum kami kumpulkan. Untuk sang pembangkang juga tidak kalah pentingnya beliau langsung menunjuk supaya mematuhi aturan yang sudah disepakati.


Dari beberapa sikap dan gaya kepemimpinan beliau menghasilkan sekolah yang nyaman, rindang, tertib, disiplin dan bertanggung jawab bukan hanya siswa tetapi juga seluruh  tenaga kependidikannya. Semakin sedikit guru dan murid yang terlambat bahkan sampai tidak pernah terlambat. Semua bekerja sesuai tupoksi masing-masing tanpa ada pergolakan lagi. Standar Operasional Prosedur (SOP) tidak hanya menempel di dinding tapi sebagai acuan pelaksanaan setiap program. Sumber daya manusia yang sudah terbiasa mengalir deras laksana air sungai memenuhi kewajibannya. Sekolah tertib dan program yang berkelanjutan menjadi idola setiap penghuninya. Banyak melahirkan siswa dan guru berprestasi.


Sayangnya kiprah beliau hanya berjalan sekitar 2 tahun dikarenakan ada rotasi kepala sekolah. Beliau dipindah mendekati tempat tinggal. Kami yang belum puas dengan hasil yang dicapai seakan tidak rela beliau pindah ke tempat lain. Tapi apa boleh buat SK sudah diterima Bu Ratih dan sekarang beliau sudah purna tugas. Semoga perjalanan beliau yang hanya 2 tahun ini menjadikan amal jariyah yang tidak pernah putus. Pesan moral yang penting selalu menjadi cambuk bagi mereka yang mau membaca alam sekitar. Selamat menikmati purna tugas Ibu dan semoga selalu sehat, sukses dunia akhirat.

 

 

 

 

 

Surabaya, 27 Desember 2022

12 comments:

Salah Paham

Versi Fiksi Mini  Oleh : Wyda Asmaningaju “Saya polisi, kamu telah terbukti bersalah atas nama hukum. Untuk tindakan selanjutnya mohon ikut ...