Oleh : Wyda Asmaningaju
Identitas buku :
a. Judul : Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kinerja Guru
b. Penulis : Yuni Asdhiani,M.Pd
c. Penerbit : CV. Pustaka Media Guru
d. Tahun Terbit : 2021
e. Tempat Terbit : Surabaya
f. Tebal Buku : 140 halaman
g. Ukuran Buku : 14.8 x 21 cm
h. ISBN : 978-623-308-544-1
Buku dengan cover seorang guru ini diperuntukkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan untuk mengukur keefektifan pembelajaran. Dari judulnya dapat ditebak khalayak yang cocok untuk buku ini adalah para guru. Buku ini dapat membantu para guru dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran. Penulisnya merupakan seorang pengawas pendidikan agama islam di Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.
Buku dengan judul ‘Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kinerja Guru’ karya Yuni Asdhiani M.Pd. dapat membantu para guru agar mengembangkan tingkat profesionalitasnya melalui perencanaan bersama agar proses pendidikan lebih terstruktur seperti standar yang ditentukan. Supervisi pendidikan merupakan kegiatan yang memfokuskan pada pengkajian situasi belajar mengajar agar pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan para guru lebih efektif dan efisien.
Dasar kegiatan supervisi dilakukan dalam upaya memperbaiki dan mengatur segala aktivitas yang telah terlaksana secara optimal. Supervisi adalah kegiatan efektif yang dilaksanakan oleh ‘mereka’ yang bertanggung jawab melakukannya. Salah satu model supervisi yang dapat meningkatkan profesionalitas guru yaitu melalui pengawasan klinis. Pengawasan klinis sendiri bertujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan kinerja guru, terutama dengan mengawasi praktik pembelajaran para guru.
Pada bab selanjutnya dijelaskan bahwa supervisi pendidikan merupakan unsur yang penting dalam dunia pendidikan. Supervisi dalam konteks sekolah tidak hanya diartikan sebagai proses mengawasi dan memperbaiki pelajaran saja, tetapi sebagai proses memperbaiki hasil pembelajaran. Supervisi merupakan kegiatan untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didik guna membantu guru dalam meningkatkan kinerja pekerjaan, profesionalitas, dan perkembangan karir mereka. Tujuan supervisi pendidikan yaitu untuk meningkatkan pengajaran ke arah yang lebih baik agar dapat memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Supervisi klinis dipelopori pertama kali oleh Morris Moto pada tahun 1960. Penulis juga memaparkan tujuan supervisi klinis adalah meningkatkan pembelajaran dengan membantu guru dalam mengevaluasi pembelajarannya sehingga mencapai tujuan yang lebih efektif. Namun, seperti yang dikatakan penulis tujuan dan sifat pengamatan berbeda menurut yang berpartisipasi dalam observasi. Observasi kelas merupakan suatu kegiatan pengamatan, analisa terhadap proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dan juga memberikan informasi kepada guru untuk agar mengambil tindakan untuk meningkatkan pengajaran mereka.
Penulis menjabarkan secara garis besar ada tiga tahapan supervisi klinis antara lain : tahap perencanaan atau praobservasi, tahap observasi mengajar, tahap evaluasi dan analisis atau pascaobservasi. Guru dan pengawas pendidikan memiliki tanggung jawab dalam menerapkan kurikulum demi keberlanjutan profesionalitas untuk mencapai tujuan.
Pada bab kelima, penulis menyebutkan tentang penilaian kinerja. Definisi penilaian adalah komponen penting dalam melaksanakan pendidikan. Tujuan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk meningkatkan kinerja individu maupun lembaga agar terjadi peningkatan kinerja pada saat dilakukan penilaian. Salah satu penilaian yang digunakan dalam menentukan kemampuan atau kinerja seseorang adalah penilaian untuk kerja. Penilaian untuk kerja merupakan proses pengumpulan data dengan cara pengamatan yang sistematik untuk membuat keputusan kinerja suatu individu. Tes performa atau kinerja berkaitan dengan hasil keterampilan, yaitu untuk menilai keterampilan kinerja faktualnya. Penilaian kinerja difokuskan pada produk dan produk maupun keduanya. Prosedur dan produk dinilai menggunakan check list atau rating skala. Tingkatan rating skala untuk menilai kualitas baik yaitu skala 5 atau skala 7.
Pada bab selanjutnya dipaparkan tentang kinerja guru Pendidikan Agama Islam. Guru Pendidikan Agama Islam tersebut mengajar mata pelajaran Agama Islam yang terdiri dari Al-Qur’an, Hadits, Fiqih, Aqidah, Akhlaq, Aswaja dan Sejarah Kebudayaan Islam. Di sini penulis mengemukakan paling sedikit ada lima pendekatann yang harus di ketahui guru agar bisa mengajar dengan baik. Pendekatan pembelajaran menurut E Mulyasa (2011) tentang kompetensi, menurut Rohmatika (2017) tentang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran), menurut Supardi (2011) tentang komponen proses pembelajaran, menurut Thomas (2014) tentang perencanaan dan penyampaian pembelajaran, dalam petunjuk teknis kinerja guru PAI (2017) yang terkait dalam pembelajaran guru PAI.
Pada bab ke tujuh, penulis mendefinisikan karakteristik pembelajaran yang efektif pada observasi kelas yaitu proses perilaku dan hasil belajar siswa. Di sini penulis menggunakan tabel untuk mengukur karakteristik pembelajaran pada observasi kelas. Ada beberapa indikator yang digunakan diantaranya adalah pembelajaran aktif, teknik bertanya, diskusi teman sebaya, instruksi terpusat pada siswa dan masih banyak lagi.
Pada bab selanjutnya, penulis menyatakan salah satu masalah dari penilaian kinerja adalah skala peringkat. Hal ini jika ada dua penilai atau lebih dalam proses pemeringkatan. Penilaian kinerja biasanya menggunakan item tanggapan yang dibangun, yang mengharuskan peserta memilih jawaban yang benar dari alternatif yang diberikan. Alat ukur yang digunakan tentunya harus valid dan reliabel sehingga memberi hasil yang konkrit.
Buku ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki kinerja guru serta dalam peningkatan pembelajaran melalui siklus perencnaan yang sistematis, observasi dan analisis kinerja pengajaran dari peristiwa di kelas.
Dibalik hal tersebut, instrumen supervisi klinis tersebut juga harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dari pihak guru maupun pengawas dalam menjalankan 23 instrumen supervisi klinis seperti yang dijabarkan dalam buku ini.
Ada baiknya ditambah 1 paragraf sebelum penutup itu, berisi timbangan/evaluasi kelebihan atau kekurangan buku.
ReplyDeleteBuku supervisi hal sangat menarik bagi seorang kepala sekolah dqn pengawas. Mungkin perlu 1 paragraf penjelas di depan untuk membedakan supervisi klinis dan supervisi lainnya.
ReplyDeleteSepengetahuan saya supervisi jenis ini menangani guru yang benar2 bermasalah.
Bu tambahkan kelebihan dan kekurangan Buku
ReplyDelete