By. Wyda Asmaningaju
Pendampingan Bapak Kepala Sekolah saat sarapan Bersama (Dok. pribadi)
Dispendk Surabaya mempunyai terobosan untuk menguatkan pendidikan karakter siswa. Pendidikan Karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus dan guna penyempurna diri ke arah yang lebih baik. Tepat tanggal 10 November 2022 bersamaan dengan Hari Pahlawan Dispendik Surabaya melaunching program ini. Nama programnya adalah Sekolahe arek Suroboyo (S.A.S). Kata “arek” adalah akronim dari aman, rekreatif, edukatif dan kegotong royongan. Diharapkan setiap sekolah bisa menciptakan kondisi yang aman, rekreatif, edukatif dan mempunyai semangat gotong royong.
Kegiatan pembelajaran diatas jam 12.00 dilanjutkan dengan eksplorasi potensi dan bakat siswa. Kegiatan ini lebih banyak di luar ruang kelas. Kegiatan ini bisa dikemas secara rekreatif sehingga siswa betah dan tidak bosan dikelas. Pemampatan belajar mengajar sejalan dengan kurikulum merdeka yang diterapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Di SMP Negeri 31 Surabaya ada beberapa kegiatan pembelajaran yang mengaplikasikan S.A.S yaitu dengan melaksanakan sholat dhuha berjamaah. Kegiatan ini memperkuat nilai agama, adab serta sopan santun kepada orang tua dan guru. Mengapa demikian? Mulai dari persiapan, menggelar terpal, antri wudlu, dan sholat yang mana sebagian besar siswa menyiapkan dirinya dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini selalu didampingi oleh sebagian besar guru dan kepala Sekolah yang berfungsi sebagai motivator mereka. Setelah sholat dhuha diakhiri dengan do’a dan kultum. Pembentukan Pendidikan karakter ini adalah memperkuat nilai agama sehingga bisa lebih menjadi pribadi yang bermoral dan berakhlak mulia serta bisa menjauhkan pada hal-hal yang negatif.
Setelah selesai sholat siswa membuka bekal dan sarapan bersama di halaman sekolah. Sumber awal siswa untuk mendapatkan nutrisi adalah dengan makan pagi atau sarapan. Maka dari itu siswa diwajibkan untuk sarapan untuk memenuhi nutrisi tubuh sebelum pelajaran dimulai. Tidak lupa dihimbau bagi siswa yang kelebihan rezeki bisa membawa bekal lebih untuk berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan. Bagi siswa yang tidak membawa bekal akan diberikan nasi yang sudah ada di meja penampungan dari donatur nasi bungkus. Mereka diajarkan lebih peka dan empati dengan sesama. Dari kegiatan ini siswa diajak bersosialisasi dan bergotong royong dengan sesama teman. Mereka bisa lebih dekat saling berinteraksi dan bisa bertukar ide masakan sesuai keinginan mereka. Pendampingan kepala sekolah dan semua guru saat sarapan bersama merupakan kekuatan mereka untuk saling berinteraksi dan berbagi cerita.
Pendampingan guru saat sarapan bareng (Dok. Pribadi)
Pendidikan karakter. Mantap!
ReplyDeleteterima kasih
DeleteParagrafnya mohon dirapikan, Bu Ayu. Lalu, gambar2 perlu diberi keterangan (dan ditambah: Foto: Dok Pribadi).
ReplyDeleteIsinya sdh cakep.
sampun Bapak. matur nuwun
DeleteKegiatan yang bagus.
ReplyDeleteterima kasih
ReplyDelete