Sunday, November 6, 2022

RIDLO SUAMI

 By. Wyda Asmaningaju



        Hak seorang suami terhadap istri berada diatas hak semua manusia, termasuk hak kedua orang tua. Oleh karena itu, taat kepada suami adalah kewajiban utama bagi seorang istri. Rasulullah menyatakan bahwa taatnya seorang istri kepada suami adalah kunci baginya untuk masuk surga.

  Dipagi yang cerah seperti biasanya Zahro sudah bersiap berangkat mengajar di sebuah sekolah Dasar sambil mengantar anak bungsunya yang juga murid disitu kelas satu.

        “Ayo dik Nia kita berangkat sudah jam 6”

        “Iya ma”. sambil memasukkan bekalnya ke dalam tas

Pagi ini tidak seperti biasanya, Zahro melewati iring-iringan jamaah calon haji setelah kurang lebih 15 menit perjalanan. Tiba-tiba air matanya bercucuran, hatinya bagai teriris dan bergumam.

        “Ya Allah… kapan saya bisa berangkat haji?”

Spontan hati kecilnya menjawab

        “Ya daftar saja, kalau tidak daftar kamu gak bisa berangkat kan kamu punya uang”

Mungkin itu semua petunjuk dari Allah melalui malaikat yang bernaung didalam hati kecilnya. Tapi setelah peristiwa itu hatinya masih bimbang apa bisa dia pergi ke baitullah. Kata-kata terakhir yaitu “kamu punya uang” yang membuatnya sadar bahwa di tabungan masih tersisa uang yang cukup untuk daftar Haji. Ah mungkin ini hanya hayalanku saja, tidak digubrisnya semua itu.

        Hari berganti hari setelah pulang sekolah Zahro mampir ke warung makan untuk membeli lauk pauk karena memang hari ini dia tidak masak. Sambil menunggu antrian tangannya memungut koran yang ada disebelah tempat duduknya dan dibacalah tulisan paling besar alias Headline.

BULAN MARET 2010  SETORAN AWAL HAJI NAIK MENJADI 25 JUTA

Pikirannya semakin tidak menentu dan hatinya gelisah karena hari ini sudah tanggal 21 Februari 2010, yang kurang seminggu sudah awal maret.

Begitu pulang dia langsung memberitahu suami dan mengajak pergi Haji bersama.

        “Ayah..begini …aku ingin daftar haji sementara ditabungan ada 33jt. Kalau dibuat daftar berdua kan kurang 7 jt , kita pakai dana talangan ya (pinjam Bank)”.

        “Aku gak usah dulu nanti kalau ada uang saja berangkatnya. Kalau mama ingin berangkat saja sementara anak-anak biar saya jaga”

        “Maksud saya kan enak berangkat bareng, kita bersama ibadah disana nantinya anak-anak saya carikan orang untuk menjaganya’.

        “Ibadah tidak harus bareng Ma, siapa tahu meskipun kita berangkat besama tapi disana tidak ditakdirkan selalu bersama, yang penting kalau ada kesempatan mama berangkat saja”

        Setelah mendapat ijin suami untuk daftar Haji maka Zahro bergegas mencari info sendiri sekaligus harus bolak balik Bank dan kemenag untuk mendaftar. Syukur Alhamdulillah semua prosesnya cepat dan tidak sulit dia sudah mendapatkan semua berkas tanda sudah daftar dan perkiraaan masa tunggu sekitar 7 tahun.  Dari tahun ke tahun Zahro menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi memenuhi tabungan hajinya. Meskipun hanya seorang guru dia juga memberi les privat sebagai penghasilan tambahan. 

        Tidak terasa jadwal keberangkatan sudah ditentukan oleh kemenag yaitu tanggal 20 Juli 2017. Zahro merahasiakan jadwal ini kepada semua teman-temannya bukan apa-apa kalau ada teman tahu pasti berbondong-bondong ke rumahnya untuk mendo’akan atau meminta do’a. sementara ada hati yang harus dijaga. Hati suami tercinta yang tidak ikut berangkat bagaimana perasaannya kalau ada  banyak tamu sedangkan tuan rumah tidak ikut berangkat? Pada saat H-3 seperti orang lain yang mau pergi haji, Zahro memesan kurang lebih 60 kotak nasi sebagai tanda syukurnya akan berangkat haji. Tapi kali ini dia tidak mendatangkan orang tapi hanya diantar ke tetangga sekitar sambil meminta maaf dan tidak disebutkan apa hajatnya. Tanggal 20 juni 2010 pagi jam 05.00 Zahro, suami dan 2 anaknya pergi naik mobil tanpa diketahui tetangga sekitar menuju KBIH tempat berkumpulnya calon jemaah haji. Tanpa disadarinya air mata menetes deras tanpa henti ketika Zahro mau berangkat ke asrama haji.

           “Ayah.. aku tidak sampai hati melihat dirimu tidak berangkat bersamaku”

        “Sudahlah… tetapkan niat ibadah disana, aku, suamimu ridlo atas kepergianmu dan anak-anak biar bersamaku”

Semakin tidak dapat dibendung air matanya saat menciumi 2 putra putrinya yang pertama SMA dan adiknya SMP.

        “Mama pergi dulu ya jaga diri kalian baik-baik”

Perpisahan sementara ini meninggalkan hati yang tergores meskipun sudah direncanakan dari awal. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana pergi ke tanah suci tanpa suami yang kebanyakan orang lain lakukan. Hanya bermodal Bismillah Zahro berangkat dengan niat untuk ibadah. Dia berangkat dengan pesawat Saudi Airlines yang penumpangnya sekitar 500 orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam. Pesawat mendarat di Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah pukul 02.00 dini hari. Setelah turun dari pesawat Zahro sujud syukur dan sambil memohon,

        “Ya Allah ijinkan saya dan keluarga ziarah mekkah madinah lagi”

Tidak lama kemudian semua penumpang diarahkan ke sebuah tempat pemeriksaan paspor dan dokumen lain. Setelah pemeriksaan selesai, paspor akan dikembalikan kepada jamaah. Bagi Jamaah gelombang pertama yang masuk melalui Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah, setelah tiba akan transit sekitar 30 menit di bandara. Selama transit, jemaah bisa beristirahat dan sholat di lokasi transit untuk jemaah haji Indonesia. Jemaah disarankan tidak pergi ke lur lokasi transit karena akan segera diberangkatkan ke Madinah dengan bus sesuai nomor rombongan.

Sesampainya di Hotel Zahro mandi dan sholat maghrib dan isya’ di Jamak takhir yang kurang sedikit masuk waktu subuh. Alhamdulillah sekitar 8 hari di Madinah Zahro bisa melaksanakan sholat arba’in yaitu 40 kali sholat berjamaah. Hari ke 9 pagi pagi semua jamaah diangkut dengan bus menuju Mekkah. Awal melihat ka’bah dia berniat setiap kali sholat akan selalu thowaf dulu. Sambil menunggu tanggal 9 Dzulhijah yang merupakan waktu Haji, 

Zahro melakukan hal-hal keutamaan atau ibadah sunnah salah satunya Umroh. Rangkaian ibadah umroh dilakukan Zahro 4x yang pertama niat untuk dirinya sendiri, kedua untuk ibunya yang sudah meninggal, ketiga untuk ayahnya yang pernah sakit stroke dan tidak mungkin kesini dan yang keempat untuk ibu mertuanya yang sudah meninggal. Sampai pada suatu saat dia bisa memegang hajar aswad.

Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu. Teman sekamarnya sampai iri melihat kelancaran ibadahnya padahal semua teman bersama suami dan belum bisa memegang hajar aswad.

        “Bu guru beritahu caranya agar saya diberi kemudahan memegang hajar aswad seperti jenengan”

        “waduh kalau itu saya tidak punya trik atau cara cuma dari awal masuk masjid saya memohon pada Allah supaya melancarkan ibadah saya termasuk bisa memegang hajar aswad”

        Setiap hari Zahro selalu keluar kamar sendiri dengan naik bis didepan kamar hotel bersama jamaah lain daerah untuk beribadah di masjidil Haram. Kadang berangkat untuk sholat ashar, maghrib, Isya’ kadang berangkat dhuhur dan ashar. Teman sekamarnya lebih senang sholat di hotel. Pengalaman sholat di  masjidil Haram sangat menyenangkan karena bertemu jamaah dari penjuru dunia. Ada yang dari India, Palestina, Malaysia, Bangladesh, Pakistan dan masih banyak lagi. Berbekal Bahasa Inggris yang dikuasai Zahro sebagian besar mereka bisa diajak komunikasi. Kecuali ada beberapa dari India yang menggunakan bahasa isyarat karena tidak bisa Bahasa Inggris. 

        Rangkaian ibadah haji sudah dilakukan dengan lancar dan selalu memohon supaya diterima Allah. Hatinya penuh dengan keikhlasan dan kebahagiaan melakukan semua ibadah termasuk harus merawat seorang ibu teman sekamarnya yang pingsan saat sa’i putaran terakhir. Untuk selanjutnya Zahro yang mewakili untuk melempar jumroh sementara ibu itu masih sakit.  

Tidak terasa sudah 41 hari meninggalkan suami dan anak-anak dan besuk waktunya pulang ke Indonesia. Tidak sabar untuk bertemu mereka, orang-orang yang dicintainya dan atas Ridlo suami Zahro tidak mengalami sakit sama sekali padahal di pesawat saat pulang banyak yang terkena batuk. Dokternya keliling memberikan obat untuk jamaah yang batuk. Hati yang ikhlas untuk beribadah dan suami yang penuh pengertian melepas istri untuk fokus beribadah yang membuat dia kuat. Ridlo Allah terletak pada Ridlo suami.

 

Surabaya, 6 November 2022

6 comments:

  1. Bu Ayu, pemagrafan, penulisan ejaan, penggunaan tanda baca mohon diperhatikan lagi ya. Dari idenya, bagus. Selamat berproses.

    ReplyDelete
  2. Sudah bagus saya suka. Paragraf terlalu panjang capek bacanya

    ReplyDelete
  3. Luar biasa, semangat menulis lanjut terus...

    ReplyDelete

Salah Paham

Versi Fiksi Mini  Oleh : Wyda Asmaningaju “Saya polisi, kamu telah terbukti bersalah atas nama hukum. Untuk tindakan selanjutnya mohon ikut ...