Wednesday, December 28, 2022

Sehat Itu Mahal

 Oleh : Wyda Asmaningaju

Dok. Pribadi

 

Secara logika dengan menerapkan pola hidup sehat maka menghasilkan kesehatan yang prima juga. Tetapi itu tidak terjadi pada diri saya beberapa waktu silam saat covid 19 sedang mewabah hampir diseluruh dunia. Secara sekilas kondisi badan tidak kelihatan sakit tapi saya merasakan dari wajah yang tidak lagi memancarkan keceriaan dan terasa sekali saat dibuat aktivitas sedikit saja sudah ngos-ngosan. Maka saya putuskan untuk memeriksakan ke dokter atau rumah sakit.

 

Setelah melalui beberapa pemeriksaan bahkan sampai ceck up lengkap maka saya dinyatakan sehat oleh dokter dan disarankan untuk pulang sambil mengkonsumsi vitamin alami saja karena pada saat itu rumah sakit penuh dengan pasien covid 19.  Merasa belum ada solusi yang menenangkan hati maka saya pulang dengan sejuta pertanyaan.

            “Terus saya sakit apa?”  

 

Sambil berbaring ku ambil handphone yang tergeletak di samping bantal dan asal klik apa saja yang menarik tanpa tujuan. Pada saat saya buka status whatsapp teman lama yang hampir tidak saya kenali wajahnya mungkin saking cantiknya. Bu Yayuk memegang gelas berisi minuman sambil mesam mesem ada beberapa gaya dan ditulis juga minuman sehat bonus cantik.

 

Dengan sejuta rasa penasaran yang berkecamuk saya tahan sebentar untuk mengikuti statusnya besuk dan lusa. Di balik hati yang paling dalam saya menolak apa yang diiklankan itu.

        “Minuman apa itu yang membuat sehat pasti banyak bahan pengawetnya, bukankah sehat melalui makanan 4 sehat 5 sempurna  sudah cukup?”

 

Tidak bisa dipungkiri setelah saya bercermin dengan layar HP sangat kelihatan dari wajah saya tidak sehat. Sambil kuraba kelopak mata yang semakin keriput, mata yang tidak bersinar, kulit yang kusam wah sampai bingung apa yang harus aku lakukan.

 

Akhirnya kuputuskan chat wa dengan Bu Yayuk tersebut menanyakan produk itu dan manfaatnya. Tanpa disangka-sangka disambut dengan suka cita dan  hanya beberapa menit langsung datang bersama mbak Nur ke rumah. Saya diincipi minuman nutrisi (katanya) ada yang dibender dan satunya seperti teh pakai air hangat. Sambil membawa timbangan apalah itu namanya yang berfungsi untuk mengecek lemak tubuh, kadar air dalam tubuh, lemak perut, dan sebagainya. Saya disuruh berdiri saja sudah terdeteksi hasilnya. Maka saya dinyatakan kurang konsumsi air putih dan lemak tubuhnya tinggi yang harusnya sekian bla..bla..bla..

Setelah adzan maghrib berkumandang, mereka berduapun meminta ijin untuk pulang.

 

Setelah sholat maghrib chat wa saya lanjutkan karena memang saya ingin sehat. Betapa kagetnya ketika saya tanya tentang harga setiap produk. Maka Bu Yayuk menjelaskan dengan rinci.

      “Kalau ingin murah bisa member 35% seumur hidup dengan belanja sekitar 8 jutaan nanti dapat banyak produk”

 

Sampai malam pikiran saya tidak tenang sehingga perang batin antara ya atau tidak. Sementara kata suami terserah saya kalau memang butuh sehat ya ambil saja. Uang sebesar itu yang saya keluarkan untuk kesehatan saya, mengapa tidak? Akhirnya pukul 22.00 malam saya transfer ke rekening Bu Yayuk dan seketika diresponnya.

        “Alhamdulillah, semoga Bu Ayu selalu sehat sekeluarga dan rezekinya melimpah.”

 

Keesokan harinya Bu Yayuk membelanjakan uang saya tadi ke agen resmi produk tersebut karena memang tidak dijual di pasaran. Menjelang sore hari mereka berdua datang lagi sambil membawa satu tas besar isi sekitar 23 produk beserta banyak hadiah. Setelah mengeluarkan semua produk mbak Nur menjejerkannya di depan saya sambil menjelaskan manfaatnya. Sejak saat itu saya dan keluarga mengkonsumsi produk itu.

 

Beberapa saat kemudian, Bapak saya yang beda rumah merasakan sakit ketika buang air kecil. Saya mendampingi beliau untuk memeriksakan keluhan ini ke dokter keluarga kami. Setelah melalui chek up lengkap termasuk urin maka bapak dinyatakan terkena batu ginjal dan harus dilanjutkan tindakan ke rumah sakit. Setelah itu saya meyakinkan bapak untuk melanjutkan ke rumah sakit. Tapi rupanya bapak takut karena pada saat itu kalau masuk rumah sakit harus melalui swab dsb.

            “Aku gak mau ke rumah sakit nanti aku di Covid”

Ketakutan bapak beralasan karena memang banyak temannya yang meninggal karena covid.

           “Ya sudah kalau tidak mau ke rumah sakit, tapi bapak harus minum ini ya tiap pagi” kataku sambil menunjukkan produk tersebut.

 

Akhirnya kuputuskan untuk memberi bapak nutrisi yang barusan saya beli dengan teratur. Setiap pagi saya mengantar 2 gelas yang siap diminum untuk sarapan bapak. Alhamdulillah belum sampai seminggu bapak sudah merasakan kalau buang air kecil tidak sakit.

    “Alhamdulillah nak, tadi pagi sepertinya batunya sudah keluar dan sekarang kalau pipis tidak sakit lagi”.

         "Alhamdulillah, Pak kalau begitu dilanjutkan saja minumnya biar tambah sehat.”

 

Keputusanku sudah bulat untuk melanjutkan mengkonsumsi produk ini sekeluarga dengan satu tujuan yaitu sehat. Makanan 4 sehat 5 sempurna juga tidak lupa kami tinggalkan yang memang sudah menjadi pola hidup kami. Setelah beberapa kali belanja ternyata produk ini ada bisnisnya. Sekali dayung 2 pulau terlampaui. Why not? Bisnis yang menantang meskipun saya berstatus pegawai tapi bisa saya lakukan diluar jam bekerja. Lumayan juga sih hasil yang sudah saya capai meskipun hanya sekitar teman sendiri pembelinya.

 

Dengan mengikuti beberapa pertemuan (fokus group) dan pelatihan tentang produk, maka saya semakin paham akan perusahaan pencakar langit ini. Setiap daerah memiliki Presiden team yang tentunya awal dia mengenalkan produk itu di daerah mereka. Perusahaan MLM yang sangat kokoh berdiri di atas kaki para pejuang receh menurut saya.

 

Club nutrisi didirikan setelah adanya kesepakatan waktu yang ditentukan setelah beberapa lama harus nempel club dalam artian bantu-bantu di club atasan. Menurut pengamatan saya banyak dari mereka yang merasa belum mempunyai cukup uang dipaksa atasannya untuk buka club nutrisi sehingga dengan cara apapun alias berhutang sana sini sehingga tujuan itu terwujud. Belum lagi mereka harus keliling setiap hari mencari nasabah sehingga posisinya semakin meningkat.

 

Semakin ke sini saya disadarkan bahwa memang bisnis ini tidak sehat meskipun produknya membuat badan sehat. Akhirnya saya putuskan kembali kepada yang alami dan saya simpulkan di sini bahwa kesehatan itu sangat mahal. Dengan selalu menjaga dan merawat kesehatan tubuh merupakan salah satu upaya mewujudkan syukur kita kepada Allah.

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 29 Desember2022

2 comments:

Salah Paham

Versi Fiksi Mini  Oleh : Wyda Asmaningaju “Saya polisi, kamu telah terbukti bersalah atas nama hukum. Untuk tindakan selanjutnya mohon ikut ...