Oleh : Wyda Asmaningaju
Judul Film : Jo sahabat sejati
Produksi : Alamanda Production
Sutradara : Alex Latief
Aktor : Ismu Tanjung, Amanda Latief, Novika Siregar, Cornel Nadeak Ardy Wicaksono, Nena Rosier dan Dolly Martin.
Genre : Drama Petualangan
Durasi : 106 menit
Rilis : 11 Agustus 2022
Bahasa : Indonesia
Film yang kreatif dan sangat bagus ini layak menjadi favourite semua kalangan umur dan sarat dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Oleh karena itu Dinas Pendidikan Surabaya menganjurkan semua pelajar di Surabaya supaya menonton film ini yang sebelumnya sudah di gelar untuk para Pengawas dan Kepala Sekolah.
Seekor kuda yang menjadi pemeran utama dari film Jo, Sahabat Sejati ini merupakan film perdana di Indonesia. Dengan latar belakang alam yang indah di Sumedang, Jawa Barat, film ini menampilkan kearifan budaya lokal yang mengundang kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai pesona kekayaan alam yang sangat indah.
Jo adalah kuda coklat kehitaman yang dipelihara oleh seorang guru SMP Negeri 10 Sumedang yang bernama Arif ( Ismu Tanjung). Jo juga merupakan kesayangan dari Arif dan adiknya Lisa (Amanda Latief).
Jo bersahabat dengan tiga sekawan; Genta (Cornel Nadeak), Cinta (Novika Siregar) dan Danar (Adry Wicaksono). Tiga sekawan ini adalah murid-murid Arif.
Persahabatan ini berawal sejak Jo menyelamatkan tiga sekawan itu dari sebuah kejadian yang terjadi dalam kegiatan kepramukaan yang membahayakan nyawa, yaitu ketika tiga sekawan ini nyaris jatuh ke jurang. Sejak peristiwa ini pula, Jo menjadi kesayangan penduduk desa. Jo sangat pintar dan suka menolong siapa saja yang mengalami kesulitan.
Pada suatu hari di rumah Arif kedatangan tamu yang bertindak kasar pada ibunya dengan tujuan menagih hutang peninggalan almarhum ayahnya. Arif yang masih mengajar di sekolah bergegas pulang setelah diberitahu oleh adiknya Lisa tentang kedatangan tamu tersebut. Tamu tak dikenal itu tampak memaksa ibunya untuk menyerahkan Jo sebagai pelunasan hutang tapi Arif menghentikan aksinya dengan menyerahkan motor satu-sautunya sebagai gantinya.
Suatu hari Lisa hendak melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta dengan sangat berat hati meninggalkan Jo kesayangannya dalam beberapa waktu.
Jo yang merasa kesepian dan tidak mau ditinggal sendirian di rumah bersama ibu Arif sehingga mengikuti Arif setiap kali pergi termasuk saat dia mengajar. Beberapa kali Arif menyuruhnya pulang tapi Jo tetap mengikutinya.
Atas permintaan ayah Cinta, Jo dititipkan di rumah mereka selamai Arif mengajar di sekolah. Rumah Cinta tidak jauh dari halaman sekolah sehingga saat istirahat murid-murid Arif bisa bermain bersama Jo. Sepanjang hari Jo tinggal di rumah Cinta hingga Arif selesai mengajar.
Sampai suatu saat Jo melihat ular didepan Bi Nurul (Ibu Cinta) dan meringkik keras sambil mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi. Mungkin karena takut dan kaget dengan tingkah laku seperti itu Bi Nurul sempat pingsan dan tidak tertolong lagi. Begitu menyaksikan istrinya bernafas lagi sontak Pak Galih berteriak minta tolong.
Penduduk sekitar berdatangan. Anak-anak sekolah beserta Pak Arif berlarian ke kebun yang jaraknya tidak jauh dari sekolah mendatangi suara itu.
Cinta merasa sangat kehilangan ibunya. Ayahnya Cinta tidak terima dengan kematian istrinya sehingga menuduh Jo penyebabnya. Tanpa berpikir panjang juga penduduk sekitar mulai membenci Jo menganggap sebagai pembawa bencana.
Maka atas perintah kepala dusun Jo harus keluar dari desa supaya tidak terjadi lagi beberapa bencana didesa.
Cinta yang semula percaya kalau Jo penyebab kematian ibunya akhirnya disadarkan oleh kedua sahabatnya.
Dengan niat yang kuat mereka bertiga menemui Arif yang akan membawa Jo keluar desa. Disaat Arif lewat sambil menuntun Jo mereka menghampirinya dan menunjukkan tempat yang aman untuk Jo. Bekerja sama dengan hati riang membuat kandang yang jauh dari penduduk. Setiap hari dikunjungi untuk memberi makan dan minum serta memandikannya.
Hari-hari yang indah bersama Jo tidak bisa bertahan lama karena ada beberapa warga yang mengetahui keberadaan Jo sehingga membuat mereka sangat marah dan mengusir Jo untuk selamanya. Setelah kejadian itu, Jo pergi dan menjadi hewan pengangkut barang. Jo sangat tersiksa. Dia seringkali mendapat perlakuan yang kurang baik. Keadaan ini membuatnya tidak tahan dan kabur kembali ke kampung halamannya. Tempat Arif dan ketiga sahabat yang disayanginya.
Sampai pada suatu saat disekolah mereka mengadakan pentas seni yang melibatkan semua siswa untuk berpartisipasi didalamnya. Acara demi acara berlangsung sampai hampir selesai. Tanpa disadari ada korsleting listrik yang mengakibatkan si jago merah semakin membesar di atas gedung sekolah. Mereka berhamburan keluar dan saling bantu membantu. Jo yang jauh tempatnya dari desa itu merasakan bencana ini. Dia meringkik keras dan melepaskan tali yang mengikatnya. Tidak begitu lama Jo sudah sampai di depan sekolah Arif dan membantu mengekuarkan orang-orang yang terjebak si Jago merah. Terakhir yang dia tolong adalah 3 sahabat kecilnya yaitu Cinta, Danar dan Genta. Alhamdulillah mereka selamat. Tapi Jo tertimpa reruntuhan kayu berapi sehingga tubuhnya lemas dan meninggal.
Dalam film ini tampak kelima nilai penguatan karakter pendidikan yakni adanya nilai kasih saynng dalam persahabatan sejati antara manusia dan hewan (kuda) yang merasa sebagai sama-sama ciptaan Tuhan. Mereka saling menyayangi, bersatu, saling menolong dan saling berjuang dalam menghadapi segala rintangan.
Kisah Jo ini sangat menguras air mata dan memancing emosi penonton. Sayangnya tidak happy ending, namun makna yang dipetik sangat mendalam. Pengorbanan seekor kuda yang menyerahkan nyawanya demi menyelamatkan manusia yang dikasihinya, meskipun ia merasakan kepedihan disakiti, ditolak dan diasingkan.
Melalui film Jo sahabat sejati ini dapat menginspirasi seluruh generasi bangsa menjadi pribadi yang kokoh dan berkarakter yaitu mampu saling mengasihi, dan selalu peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Surabaya, 05 - 03 - 2023
Kapan saja nilai2 karakter tsb tampak di dalam film tsb? Ini yg perlu disisipkan.
ReplyDeleteTerima kasih masukannya master
DeleteLuar biasa....
ReplyDeletePasti seru kalau nonton langsung filmnya. Terima kasih resensinya Bu... .
Terima kasih Bu mien sudah mampir
ReplyDelete