Monday, November 14, 2022

CASH

 By. Wyda Asmaningaju






Cash atau tunai biasanya berhubungan dengan hukum dagang atau ekonomi. Membeli barang dengan cash atau tunai. Tapi disini mungkin sedikit menyimpang, nah apa yang dimaksud dengan cash pada kisah ini? Yuk simak.

 

Pada akhir semester genap saat siswa sudah menerima ijasah SMP semua wali kelas 9 disibukkan mendata siswanya yang diterima di Jenjang selanjutnya karena data segera dikirim ke Dinas Pendidikan. Mungkin agak sulit karena mereka sudah berada didunia lain alias sudah tidak menginjak bumi SMP lagi. Hanya beberapa siswa yang mungkin masih butuh legalisir dan sebagainya masih bisa dimintai keterangan .

 

Di suatu pagi yang mana mentari enggan menampakkan sinarnya  Bu Ayu salah satu wali kelas 9H mengumpulkan siswa-siswi melalui grup whatsapp  untuk dimintai data karena hari itu terakhir dan besuknya sudah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di Sekolah baru.

        “Kamu sekolah mana mbak?”

        “saya tidak diterima di negeri bu, saya masuk SMK Adhikawacana”

        “Kamu sekolah dimana mas?”

        “Saya diterima di SMA Negeri 19 melalui jalur Zonasi bu”


Satu persatu mereka dengan bangganya menyebutkan sekolah baru yang akan ditempuhnya. Salah satu siswi duduk di pojok tampak sedih tanpa berkata apapun.

Gilirannya ditanya dan sangat pelan dia menjawab.

        ‘Kamu sekolah dimana mbak Sintia?”

        “Saya mungkin tidak sekolah dulu bu, saya akn bekerja membantu ibu”

        “Kenapa mbak?”

        “Ibu saya tidak punya biaya bu karena saya kemarin daftar jalur zonasi di SMAN 19 tapi tergeser”


Bagai disambar petir hatinya pilu mendengar pengakuan seorang anak yatim yang hanya tinggal dengan ibunya di sebuah kos-kosan sekamar.

        “Dulu Ibu jualan jajan bu tapi sekarang tidak lagi karena tidak laku dan modalnya habis buat makan sehari-hari”

        “Maaf ya saya tanya lebih jauh, untuk makan sehari-hari dan bayar kos tiap bulan bagaimana mbak?

        “makan dan kos dikasih tetangga bu”

Ya Allah… bulir-bulir air mata tanpa disuruh jatuh membasahi pipi yang memaksanya mengangkat kaca mata untuk menahan dengan tissue. Dalam hati dia bertekad untuk mencarikan sekolah gratis untuk Sintia. Setelah semua muridnya pulang kecuali Sintia, Bu Ayu mengambil motor untuk mencarikan sekolah gratis.

        “Ayo mbak kamu tak bonceng, kita coba daftar di AL-Amal. Tahun kemarin murid saya setelah tidak diterima di Negeri masih bisa diterima di SMP Al-Amal dan gratis sampai lulus”.

Sintia tidak banyak bicara dan langsung membonceng Bu Ayu sambil cerita banyak tentang keluarganya sepanjang jalan.

        “Saya dan Mama diusir bu dari rumah nenek oleh tante dari papa setelah papa dan nenek meninggal,makanya terus cari kos”.

Sepanjang Jalan Bu Ayu menahan tangisnya dan bertekad keras bagaimana Sintia bisa sekolah gratis. Kurang lebih setengah Jam perjalanan mereka sudah sampai di depan Gerbang SMP Al-Amal. Sambil memtikan mesin dan parkir didepan gerbang yang tertutup ada kertas besar dan tulisannya 

“SMP Al-AMAL TIDAK MENERIMA SISWA BARU TAPEL 2022-2023 KARENA SUDAH MEMENUHI KUOTA"

 Dengan hati yang sedikit brontak, kenapa tahun kemarin bisa tapi tahun ini sudah tutup? Mungkin karena sekolah gratis jadi banyak yang membutuhkan terutama bagi yatim. Sambil memutar otak Bu Ayu mempercepat laju motornya supaya Sintia segera pulang ke rumah. Sampai didepan kos-kosan sepeda diparkir dan masuk disalah satu kamar paling pojok didalamnya ada sosok wanita setengah tua berbadan kurus sudah menunggu kedatangannya.

        “Mama…ada Bu Ayu tadi aku mau didaftarkan sekolah tapi sudah tutup”

        “Monggo Bu Ayu beginilah keadaan kami. Maksud saya Sintia tidak usah sekolah dulu biar kerja supaya punya uang untuk daftar sekolah tahun depan. Makan dan bayar kos semua dibantu tetangga bu”.

Ibunya mengatakan itu sambil nangis tidak tahan dengan nasib yang selalu merepotkan tetangganya.

        “Oalah bu kalau lulusan SMP mau kerja apa? Begini bu saya akan berusaha semampu saya membantu Sintia supaya bisa sekolah gratis nggih”

        “Matur nuwun bu sebelumnya biarlah Gusti Allah yang membalas”

        “kalau begitu saya pamit dulu nggih bu”

 Kata-kata yang mengenaskan terekam dalam otaknya sambil memohon petunjuk dari Sang Maha Agung untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Selesai sholat Isya’ diambilnya Handphone dan dicarinya sekolah gratis di Surabaya melalui website tapi lagi-lagi tidak ada tanda- tanda berhasil. Pada saat anak-anak ngelist di whatsapp grup ada salah satu siswa menyebutkan sekolah di SKBN. Tanpa pikir panjang dicari kepanjangan SKBN di web, ternyata Sanggar Kegiatan Belajar Negeri Surabaya. Sekolah non formal dan gratis sampai Lulus. Sekolah milik Pemkot Surabaya.

Keesokan harinya Bu Ayu memberitahu teman guru tentang Sekolah ini supaya kalau mereka punya murid tidak mampu bisa sekolah disini. Setelah selesai ngajar Sintia dihubungi supaya datang ke Sekolah untuk didaftarkan di SKBN.

Untuk kedua kalinya mereka berboncengan dengan tekad kuat mendaftar sekolah.

Alhamdulillah Setelah sampai disambut hangat oleh petugasnya yang masih sangat muda.

        ‘ Silahkan Ibu, mau mendaftarkan putrinya ya?”

        “Bukan mbak, ini murid saya dari SMP Negeri 31”

        “oh ya bu ini syaratnya”

Sambil menunjukkan syarat-syaratnya salah satunya harus ada surat MBR.

        “Apa kamu punya MBR Sin?”

        “Tidak apa-apa bu sambil ngurus kita data dulu”

        “Ya mbak terima kasih”

Kataku sambil menyerahkan berkas yang dibawa Sintia seadanya.

        “Nah sekarang bilang Mama suruh ngurus MBR ya mbak untuk memenuhi syarat sekolahmu”

        “Iya bu terima kasih”

Dengan langkah pasti Sintia pulang dengan hati riang dan bercerita dengan mamanya tentang apa yang baru saja dilakukan oleh Bu Ayu.

        “Matur nuwun Bu Ayu, saya tidak bisa balas apa-apa”

        “Sudah bu gak usah mikir macem-macem yang penting Sintia bisa mlanjutkan Sekolah. MBR nya diurus nggih”

        “Nggih, akan saya urus secepatnya”


Hari berganti sambil menunggu kabar dari Sintia, Bu Ayu mencoba telpon Sintia bagaimana usahanya untuk ngurus MBR.

        “Pak RT tidak mau bu katanya saya bukan penduduknya”

        “Sudah mbak kamu ke kelurahan saja sekarang sama Mama ya bilang Pak RT tidak mau mendaftarkan kamu”

        “Iya bu saya akan ke kelurahan”

Beberapa saat Sintia telpon lagi dengan nada putus asa.

        “Bu.. kata kelurahan yang bisa mendaftarkan hanya RT jadi saya harus balik lagi ke RT bagaimana bu?”

Dengan  gusar Bu Ayu menimpali Sintia yang tengah gundah.

        “Gak usah mbak, saya akan cari alternatif lain supaya kamu bisa dapat surat MBR,

Sekarang kamu pulang dulu ya istirahat”.

Beberapa teman lain yang berada di ruang guru ikut marah  mendengar percakapan tadi dan menyarankan.

        “Coba dengan aplikasi wargaku surabaya , jenengan bisa complain diisitu dan menyebutkan OPD tertentu misalnya Dinas Sosial yang harus mengeluarkan surat MBR”


Dengan berbagai cara dicoba melaui instagram Sapa Wargaku, aplikasi wargaku Surabaya,  Email Pak Erik, Walikota Surabaya dan masih banyak lagi. Semua isinya adalah complain tentang perlakuan RT dan kelurahan yang tidak bertanggung jawab terhadap warganya yang benar-benar membutuhkan.

 

Alhamdulillah dari semua usaha direspon oleh Dinas Sosial dan kelurahan. Mereka minta data-data Sintia dan dengan semangatnya Bu Ayu menghubunginya sambil menyuruhnya menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan.

Kurang lebih 2 hari  file surat MBR dikirim di HP Bu ayu setelah itu dirint dan dibuat daftar sekolah. Kali ini Bu Ayu mengajak Mama Sintia untuk mendaftar supaya tahu betul sekolah putrinya. Dengan motor sendiri-sendiri mereka berjalan hampir bersamaan.

        “Silahkan masuk Ibu’ Kata petugasnya sambil mempersilahkan kami

        “Ini mbak kita sudah membawa surat MBR, maaf ya agak lama tapi tidak telat kan”

        “tidak bu”

Sambil memeriksa surat MBR dan meminta pas foto mbaknya berkata

        “Ibu secara resmi adik Sintia sudah diterima disini pendidikan dan semua sergam gratis sampai lulus bahkan sampai kuliah gratis”

Mama Sintia tidak bisa menahan air matanya dengan sedikit berteriak memeluk anaknya.

        “Alhamdulillah Ya Allah.. akhirnya anakku bisa sekolah sampai sarjana dengan gratis. Terima kasih Bu Ayu…terima kasih..”

        “Bu saya hanya perantara saja semua itu rencana Allah sehingga  memudahkan usaha kita”.

Tidak henti-hentinya Mamanya Sintia mengagumi gedung lantai 3 itu dan mereka pulang dengan hati riang.

 

Dihari berikutnya  anak kandung Bu Ayu meminta restu dalam menghadapi ujian skripsi yang masing-masing pengujinya adalah proffesor.

        “Mas, selamat berproses menjalani ujian ya semoga sukses”

        “Aamiin.. Iya bu”

Pagi itu Bu Ayu tidak seperti biasanya di sekolah hatinya cemas dan gelisah seakan-akan ingin secepatnya tahu hasil ananda. Setelah sore hari ananda masih belum pulang dan hanya chat yang membuatnya penasaran.

        “Nanti saja bu setelah dirumah saya cerita ya”

Sehabis sholat maghrib ananda pun baru muncul dengan santunnya memberi salam.

        “Assalamualaikum bu,” sambil mencium tangan ibunya

        “Waalaikum salam, bagaimana mas hasilnya”

Setelah panjang lebar bercerita tentang ujiannya akhir kata yang mengejutkan.

        “Kata Pak Habib : Bu Ris anak ini direkom S2 karena skripsinya sempurna”

        “Alhamdulillah Ya Allah kau kabulkan cita-cita hamba yang miskin ini bisa menyekolahkan anak lebih tinggi dari orang tuanya”.

 

Mungkin ini adalah imbalan dari perbuatan Bu Ayu yang membantu sekolah siswinya sampai kuliah gratis sementara putra pertamanya mendapat beasiswa S2 gratis. Ini yang dinamakan pahala cash atau tunai tidak harus menunggu di akherat kelak. Berbuatlah baik kepada siapapun, dimanapun tanpa melihat siapa dan bagaimana orang itu.

 

 

 

 

Surabaya, 15 November 2022



Friday, November 11, 2022

PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA, MAKAN BERSAMA DAN JUM’AT BERBAGI MENGAPLIKASIKAN S.A.S DI SMP NEGERI 31 SURABAYA

 By. Wyda Asmaningaju


Pendampingan Bapak Kepala Sekolah saat sarapan Bersama (Dok. pribadi)



        Dispendk Surabaya mempunyai terobosan untuk menguatkan pendidikan karakter siswa. Pendidikan Karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus dan guna penyempurna diri ke arah yang lebih baik. Tepat tanggal 10 November 2022 bersamaan dengan Hari Pahlawan Dispendik Surabaya melaunching program ini. Nama programnya adalah Sekolahe arek Suroboyo (S.A.S). Kata “arek” adalah akronim dari aman, rekreatif, edukatif dan kegotong royongan. Diharapkan setiap sekolah bisa menciptakan kondisi yang aman, rekreatif, edukatif dan mempunyai semangat gotong royong.

        Kegiatan pembelajaran diatas jam 12.00 dilanjutkan dengan eksplorasi potensi dan bakat siswa. Kegiatan ini lebih banyak di luar ruang kelas. Kegiatan ini bisa dikemas secara rekreatif sehingga siswa betah dan tidak bosan dikelas. Pemampatan belajar mengajar sejalan dengan kurikulum merdeka yang diterapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

            Di SMP Negeri 31 Surabaya ada beberapa kegiatan pembelajaran yang mengaplikasikan S.A.S yaitu  dengan melaksanakan sholat dhuha berjamaah. Kegiatan ini memperkuat nilai agama, adab serta sopan santun kepada orang tua dan guru. Mengapa demikian? Mulai dari persiapan, menggelar terpal, antri wudlu, dan sholat yang mana sebagian besar siswa menyiapkan dirinya dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini selalu didampingi oleh sebagian besar guru dan kepala Sekolah yang berfungsi sebagai motivator mereka. Setelah sholat dhuha diakhiri dengan do’a dan kultum. Pembentukan Pendidikan karakter ini adalah memperkuat nilai agama sehingga bisa lebih menjadi pribadi yang bermoral dan berakhlak mulia serta bisa menjauhkan pada hal-hal yang negatif.


Makan bersama setelah sholat berjamaah. (dok. pribadi)

        Setelah selesai sholat siswa membuka bekal dan sarapan bersama di halaman sekolah.  Sumber awal siswa untuk mendapatkan nutrisi adalah dengan makan pagi atau sarapan. Maka dari itu siswa diwajibkan untuk sarapan untuk memenuhi nutrisi tubuh sebelum pelajaran dimulai.  Tidak lupa dihimbau bagi siswa yang kelebihan rezeki bisa membawa bekal lebih untuk berbagi dengan sesama teman yang membutuhkan. Bagi siswa yang tidak membawa bekal akan diberikan nasi yang sudah ada di meja penampungan dari donatur nasi bungkus. Mereka diajarkan lebih peka dan empati dengan sesama. Dari kegiatan ini siswa diajak bersosialisasi dan bergotong royong dengan sesama teman. Mereka bisa lebih dekat saling berinteraksi dan bisa bertukar ide masakan sesuai keinginan mereka. Pendampingan kepala sekolah dan semua guru saat sarapan bersama merupakan kekuatan mereka untuk saling berinteraksi dan berbagi cerita. Semoga kegiatan ini bisa istiqomah dan membawa kebaikan kepada seluruh siswa, pendidik dan tenaga kependidikan.




Pendampingan guru saat sarapan bareng (Dok. Pribadi)



Sunday, November 6, 2022

RIDLO SUAMI

 By. Wyda Asmaningaju



        Hak seorang suami terhadap istri berada diatas hak semua manusia, termasuk hak kedua orang tua. Oleh karena itu, taat kepada suami adalah kewajiban utama bagi seorang istri. Rasulullah menyatakan bahwa taatnya seorang istri kepada suami adalah kunci baginya untuk masuk surga.

  Dipagi yang cerah seperti biasanya Zahro sudah bersiap berangkat mengajar di sebuah sekolah Dasar sambil mengantar anak bungsunya yang juga murid disitu kelas satu.

        “Ayo dik Nia kita berangkat sudah jam 6”

        “Iya ma”. sambil memasukkan bekalnya ke dalam tas

Pagi ini tidak seperti biasanya, Zahro melewati iring-iringan jamaah calon haji setelah kurang lebih 15 menit perjalanan. Tiba-tiba air matanya bercucuran, hatinya bagai teriris dan bergumam.

        “Ya Allah… kapan saya bisa berangkat haji?”

Spontan hati kecilnya menjawab

        “Ya daftar saja, kalau tidak daftar kamu gak bisa berangkat kan kamu punya uang”

Mungkin itu semua petunjuk dari Allah melalui malaikat yang bernaung didalam hati kecilnya. Tapi setelah peristiwa itu hatinya masih bimbang apa bisa dia pergi ke baitullah. Kata-kata terakhir yaitu “kamu punya uang” yang membuatnya sadar bahwa di tabungan masih tersisa uang yang cukup untuk daftar Haji. Ah mungkin ini hanya hayalanku saja, tidak digubrisnya semua itu.

        Hari berganti hari setelah pulang sekolah Zahro mampir ke warung makan untuk membeli lauk pauk karena memang hari ini dia tidak masak. Sambil menunggu antrian tangannya memungut koran yang ada disebelah tempat duduknya dan dibacalah tulisan paling besar alias Headline.

BULAN MARET 2010  SETORAN AWAL HAJI NAIK MENJADI 25 JUTA

Pikirannya semakin tidak menentu dan hatinya gelisah karena hari ini sudah tanggal 21 Februari 2010, yang kurang seminggu sudah awal maret.

Begitu pulang dia langsung memberitahu suami dan mengajak pergi Haji bersama.

        “Ayah..begini …aku ingin daftar haji sementara ditabungan ada 33jt. Kalau dibuat daftar berdua kan kurang 7 jt , kita pakai dana talangan ya (pinjam Bank)”.

        “Aku gak usah dulu nanti kalau ada uang saja berangkatnya. Kalau mama ingin berangkat saja sementara anak-anak biar saya jaga”

        “Maksud saya kan enak berangkat bareng, kita bersama ibadah disana nantinya anak-anak saya carikan orang untuk menjaganya’.

        “Ibadah tidak harus bareng Ma, siapa tahu meskipun kita berangkat besama tapi disana tidak ditakdirkan selalu bersama, yang penting kalau ada kesempatan mama berangkat saja”

        Setelah mendapat ijin suami untuk daftar Haji maka Zahro bergegas mencari info sendiri sekaligus harus bolak balik Bank dan kemenag untuk mendaftar. Syukur Alhamdulillah semua prosesnya cepat dan tidak sulit dia sudah mendapatkan semua berkas tanda sudah daftar dan perkiraaan masa tunggu sekitar 7 tahun.  Dari tahun ke tahun Zahro menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi memenuhi tabungan hajinya. Meskipun hanya seorang guru dia juga memberi les privat sebagai penghasilan tambahan. 

        Tidak terasa jadwal keberangkatan sudah ditentukan oleh kemenag yaitu tanggal 20 Juli 2017. Zahro merahasiakan jadwal ini kepada semua teman-temannya bukan apa-apa kalau ada teman tahu pasti berbondong-bondong ke rumahnya untuk mendo’akan atau meminta do’a. sementara ada hati yang harus dijaga. Hati suami tercinta yang tidak ikut berangkat bagaimana perasaannya kalau ada  banyak tamu sedangkan tuan rumah tidak ikut berangkat? Pada saat H-3 seperti orang lain yang mau pergi haji, Zahro memesan kurang lebih 60 kotak nasi sebagai tanda syukurnya akan berangkat haji. Tapi kali ini dia tidak mendatangkan orang tapi hanya diantar ke tetangga sekitar sambil meminta maaf dan tidak disebutkan apa hajatnya. Tanggal 20 juni 2010 pagi jam 05.00 Zahro, suami dan 2 anaknya pergi naik mobil tanpa diketahui tetangga sekitar menuju KBIH tempat berkumpulnya calon jemaah haji. Tanpa disadarinya air mata menetes deras tanpa henti ketika Zahro mau berangkat ke asrama haji.

           “Ayah.. aku tidak sampai hati melihat dirimu tidak berangkat bersamaku”

        “Sudahlah… tetapkan niat ibadah disana, aku, suamimu ridlo atas kepergianmu dan anak-anak biar bersamaku”

Semakin tidak dapat dibendung air matanya saat menciumi 2 putra putrinya yang pertama SMA dan adiknya SMP.

        “Mama pergi dulu ya jaga diri kalian baik-baik”

Perpisahan sementara ini meninggalkan hati yang tergores meskipun sudah direncanakan dari awal. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana pergi ke tanah suci tanpa suami yang kebanyakan orang lain lakukan. Hanya bermodal Bismillah Zahro berangkat dengan niat untuk ibadah. Dia berangkat dengan pesawat Saudi Airlines yang penumpangnya sekitar 500 orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam. Pesawat mendarat di Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah pukul 02.00 dini hari. Setelah turun dari pesawat Zahro sujud syukur dan sambil memohon,

        “Ya Allah ijinkan saya dan keluarga ziarah mekkah madinah lagi”

Tidak lama kemudian semua penumpang diarahkan ke sebuah tempat pemeriksaan paspor dan dokumen lain. Setelah pemeriksaan selesai, paspor akan dikembalikan kepada jamaah. Bagi Jamaah gelombang pertama yang masuk melalui Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah, setelah tiba akan transit sekitar 30 menit di bandara. Selama transit, jemaah bisa beristirahat dan sholat di lokasi transit untuk jemaah haji Indonesia. Jemaah disarankan tidak pergi ke lur lokasi transit karena akan segera diberangkatkan ke Madinah dengan bus sesuai nomor rombongan.

Sesampainya di Hotel Zahro mandi dan sholat maghrib dan isya’ di Jamak takhir yang kurang sedikit masuk waktu subuh. Alhamdulillah sekitar 8 hari di Madinah Zahro bisa melaksanakan sholat arba’in yaitu 40 kali sholat berjamaah. Hari ke 9 pagi pagi semua jamaah diangkut dengan bus menuju Mekkah. Awal melihat ka’bah dia berniat setiap kali sholat akan selalu thowaf dulu. Sambil menunggu tanggal 9 Dzulhijah yang merupakan waktu Haji, 

Zahro melakukan hal-hal keutamaan atau ibadah sunnah salah satunya Umroh. Rangkaian ibadah umroh dilakukan Zahro 4x yang pertama niat untuk dirinya sendiri, kedua untuk ibunya yang sudah meninggal, ketiga untuk ayahnya yang pernah sakit stroke dan tidak mungkin kesini dan yang keempat untuk ibu mertuanya yang sudah meninggal. Sampai pada suatu saat dia bisa memegang hajar aswad.

Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu. Teman sekamarnya sampai iri melihat kelancaran ibadahnya padahal semua teman bersama suami dan belum bisa memegang hajar aswad.

        “Bu guru beritahu caranya agar saya diberi kemudahan memegang hajar aswad seperti jenengan”

        “waduh kalau itu saya tidak punya trik atau cara cuma dari awal masuk masjid saya memohon pada Allah supaya melancarkan ibadah saya termasuk bisa memegang hajar aswad”

        Setiap hari Zahro selalu keluar kamar sendiri dengan naik bis didepan kamar hotel bersama jamaah lain daerah untuk beribadah di masjidil Haram. Kadang berangkat untuk sholat ashar, maghrib, Isya’ kadang berangkat dhuhur dan ashar. Teman sekamarnya lebih senang sholat di hotel. Pengalaman sholat di  masjidil Haram sangat menyenangkan karena bertemu jamaah dari penjuru dunia. Ada yang dari India, Palestina, Malaysia, Bangladesh, Pakistan dan masih banyak lagi. Berbekal Bahasa Inggris yang dikuasai Zahro sebagian besar mereka bisa diajak komunikasi. Kecuali ada beberapa dari India yang menggunakan bahasa isyarat karena tidak bisa Bahasa Inggris. 

        Rangkaian ibadah haji sudah dilakukan dengan lancar dan selalu memohon supaya diterima Allah. Hatinya penuh dengan keikhlasan dan kebahagiaan melakukan semua ibadah termasuk harus merawat seorang ibu teman sekamarnya yang pingsan saat sa’i putaran terakhir. Untuk selanjutnya Zahro yang mewakili untuk melempar jumroh sementara ibu itu masih sakit.  

Tidak terasa sudah 41 hari meninggalkan suami dan anak-anak dan besuk waktunya pulang ke Indonesia. Tidak sabar untuk bertemu mereka, orang-orang yang dicintainya dan atas Ridlo suami Zahro tidak mengalami sakit sama sekali padahal di pesawat saat pulang banyak yang terkena batuk. Dokternya keliling memberikan obat untuk jamaah yang batuk. Hati yang ikhlas untuk beribadah dan suami yang penuh pengertian melepas istri untuk fokus beribadah yang membuat dia kuat. Ridlo Allah terletak pada Ridlo suami.

 

Surabaya, 6 November 2022

Thursday, November 3, 2022

HARAPAN BUNDA

 By. Wyda Asmaningaju



            Sudah menginjak tahun kelima usia pernikahan Diah dan Fahri, namun masih belum ada tanda-tanda kehamilan. Beberapa usaha medis dan tradisional sudah mereka tempuh. Hasil dari pemeriksaan medis menunjukkan bahwa keduanya tidak ada masalah alias normal-normal saja, mungkin aktifitas keduanya yang tidak bisa dimaklumi. Diah sebagai manajer sebuah bank yang tidak pernah ada kata ‘free’ dalam tugasnya sedangkan Fahri sebagai ‘owner’ di sebuah perusahaan alat-alat motor. Suatu sore mereka telah membuat janji dengan dokter Erwin untuk memeriksakan kandungan yang kesekian kalinya. Karena akhir-akhir ini menstruasi Diah tidak teratur.

            “Selamat sore Nyonya Fahri, apa yang anda keluhkan?”

            “Begini dok, beberapa bulan ini menstruasi saya tidak teratur. Kadang cuma 3 hari dan itupun cuma sedikit, tidak seperti biasanya”.

            “sudah berapa bulan tidak teratur?”

            “Kira- kira 3 bulanan”

            “sebentar ya saya periksa dulu”

Dengan teliti dokter memeriksa menggunakan stethoscope dan sangat terkejut melihat perut Diah yang tidak seperti biasanya.

            “Maaf, apakah anda tidak merasakan apa-apa?”

            “Maksud dokter apa?”

Belum sempat dijawab ternyata dokter Erwin sudah kembali dari luar memanggil Fahri dan memberi selamat.

            “Selamat Pak Fahri, anda akan menjadi ayah”

Fahri dan Diah sangat terkejut dengan berita itu. Tidak disangka mereka akan menjadi ayah bunda untuk buah cinta yang selama ini dinanti-nanti.

            “Alhamdulillah…” ucap mereka hampir bersamaan

            “Saya beri obat penguat ya supaya tidak keluar flek-flek nya”

            “terima kasih dok”

Mereka pulang dengan perasaan yang tidak menentu. Bingung, harus syukur dengan cara bagaimana supaya nadzarnya tersampaikan pada sang pencipta.

            “Setelah sampai rumah kita kumpulkan anak yatim ya bun untuk memenuhi nadzar kita”

            “Ya.. yah semoga bayi ini sehat dan cerdas”

            “Aamiin..”

Sambil membelokkan mobil, Fahri tidak henti-hentinya menggumam

            “Alhamdulillah Ya Allah..Kau kabulkan do’a kami..Kau percayakan kami menjadi orang tua..Kau amanahkan bayi mungil pada kami… Semoga kami bisa menjaga AmanahMU..”

            “Aamiin..Yaa Robb”

Tidak begitu lama mereka berdua sampai di rumah yang luasnya seperti lapangan sepak bola itu. Tidak sabar dengan berita gembira itu Diah memanggil pembantunya.

            “Bi..bibi.. “

            “Ya nyonya “

            “tolong kumpulkan semua anak yatim yang ada di blok ini dan kita beri santunan berupa baju, mukenah, sarung”

            “Memangnya tuan dan nyonya habis dapat arisan ya?”

            “Huush..dengarkan ya .. kami tadi dari dokter dan aku dinyatakan hamil”

            “Alhamdulillah…, saya ikut senang nyonya”

            “Ayo , minta tolong Pak Darman untuk membelikan perlengkapan semua anak yatim itu”

            “Baik..baik Nyonya”

Bibi Tina segera mencari Pak Darman tukang kebun untuk membelikan semua barang yang diminta juragannya.  Kemudian ia kembali mencuci piring dan membersihkan lantai.

Kurang lebih 2 Jam Pak Darman pulang dengan motornya sambil membawa bungkusan besar keperluan anak yatim.

Selesai semua pekerjaan Bibi Tina dan Pak Darman mengemas tiap-tiap barang dengan mencocokkan sesuai pemiliknya.

            “jangan keliru Pak Darman, ini punya Desi dan ini punya Sari karena mereka kakak adik besarnya hampir sama”

            “Iya..iya sudah saya pisahkan”

Tampak mereka berempat membungkus dan memberi nama-nama pada sampulnya supaya tidak keliru.

Kehadiran sekitar 20 anak yatim memeriahkan rumah yang luas itu.

            Do’a mereka menembus Arsy. Tampak Fahri memimpin acara itu dan meminta do’a mereka untuk kesehatan ibu dan bayinya. Senang sekali melihat mereka makan hidangan yang disediakan. Setelah selesai makan, hadiah dibagikan sesuai nama yang dipanggil dan mereka berpamitan.

 

            Bulan berganti bulan Kehamilan Diah sudah menginjak bulan ke 8. Sesuai arahan dokter Erwin, Diah harus lebih banyak beristirahat serta makan sayur dan buah. Tampak hampir semua anggota tubuhnya membesar terutama kaki. Padahal selama hamil Diah jarang ngantor dalam rangka mengurangi kegiatannya diluar dan sudah mengurangi makanan asin.

            Menurut Dokter Erwin kaki bengkak itu biasa selama tidak ada indikasi tekanan darah tinggi. Hari-hari yang menegangkan semakin mendekati Hari Perkiraan Kelahiran (HPL)  tanggal 25 Juni 2022. masih kurang semingguan perut Diah semakin sakit dan tiba-tiba kepalanya pusing. Fahri segera melarikan mobilnya ke rumah sakit yang sudah siap dengan dokter Erwin untuk memeriksanya.

            “Pak. Ternyata ibu menderita preeclamsia (tekanan darah tinggi) sehingga  Janin harus dikeluarkan secepatnya. Nanti saya buatkan surat pengantar untuk caesar paling lambat besok.”

Seketika itu Diah tidak diperkenankan untuk pulang karena masih banyak pemeriksaan dan tindakan yang harus dilakukan dokter. Diah dan Fahri hanya bisa berdo’a dan tawakal dengan keadaan seperti ini. Semaksimal mungkin usaha manusia tetaplah takdir milik sang khalik.

            Tampak wajah Diah sedikit takut dengan berbagai tindakan dokter mulai obat minum, sesekali memeriksa perutnya sampai suntik melalui infus. Fahri yang menunggu dengan sabar hampir semalaman tidak beranjak sedikitpun dari samping Diah sambil memegang tangannya dia berbisik.

            “Sabar ya bunda.. Insya Allah bayi kita sehat begitupun juga bundanya”. Diah hanya bisa mengangguk sambil menahan nyeri pada kepala dan perutnya.

            Keesokan harinya tanggal 20 Juni 2020 pukul 08.00 Dokter Erwin sudah membuatkan surat pengantar untuk caesar besuk pagi dijadwalkan pukul 09.00 sehingga mulai nanti malam Diah harus berpuasa. Serasa waktu berjalan begitu cepat dengan hati yang tidak menentu segala sakit tidak dirasa dengan lemahnya bibir Diah selalu menyebut nama Allah.

            Waktu yang sangat mendebarkan hari berganti tepat pukul 08.00 beberapa perawat menyiapkan alat-alat operasi dan membaringkan tubuh Diah di meja operasi. Tepat pukul 09.00 belum ada tanda-tanda kehadiran dokter Erwin. Dokter anastesi dan perawat sudah siap di tempat itu. Tampak satu perawat menelpon Dokter Erwin untuk mengingatkan jadwal operasi.

            “Ya aku masih terjebak macet karena Jl. Sudirman ada perbaikan jadi lewat Jl. Hasanudin satu-satunya akses menuju Rumah sakit Bunda.”

            “Baik dok, kita akan tunggu”

Kurang lebih 30 menit Dokter Erwin masuk ruangan dan memimpin operasi caesar. Pelaksanaan operasi itu memakan waktu sekitar 50 menit dan bersyukur sekali berjalan dengan lancar. Bayi perempuan dengan berat badan 3.2 kg berhasil dikeluarkan dengan selamat.

Setelah Diah sadar tampak seorang perawat berjilbab putih membuka pintu ruangan dan memanggil Fahri di ruang tunggu.

            “Tuan Fahri, Istri anda sudah sadar, silahkan masuk”

Dengan langkah setengah berlari Fahri masuk ke ruangan dan bola matanya menemukan istri tercintanya di pojok ruangan.

Dengan lembut Fahri mencium kening Diah sambil memeluknya dan berbisik

            “Alhamdulillah… kita jadi orang tua bunda. Bayi mungil ini menghiasi cinta kita, rumah kita dan akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Sambil menggendong bayi perempuan berparas cantik itu Fahri mengenalkan Nama Allah dengan mengadzaninya. Setelah selesai tidak henti-hentinya bayi mungil itu dipeluk dan diciumnya. Kini Kehidupan mereka diwarnai oleh tangisan putri kecil bernama Sandra Ayunda Fahri. Kurang lebih 4 hari di Rumah Sakit Bayi dan ibunya diijinkan pulang karena memang kondisinya sudah sehat.

Bibi Tina setiap pagi mengurus bayi dan ibunya tidak ketinggalan Pak Darman juga membantu sesekali di panggil.

            “Pak Darman jangan jauh-jauh ya kalau ada perlu biar aku gak teriak-teriak” celoteh Bibi Tina

            “ Ya.. ya….siap bos”

            “Eh jangan salah.. aku bukan bos tapi asistan bos, ngerti..”

Dengan menahan tawa Pak Darman menutup mulut dengan tangan sembari keluar rumah untuk membersihkan halaman depan.

Sambil memandikan Sandra mungil Bibi Tina mendongeng .

            “Anak cantik kalau besar ingin jadi apa? Ayo jawab… he..he.. lupa ya bibi kalau aden masih kecil..pinter ya…besuk kalau sudah besar sekolah yang tinggi… sekali.. jangan seperti Bibi gak pernah makan bangku sekolah”

Dengan rajinnya Bibi Tina mengurus semua pekerjaan rumah tangga yang dengan bertambahnya pekerjaan tidak membuatnya mengeluh malah lebih semangat lagi dalam melakukannya.

 

            Bulan demi bulan berganti tidak terasa sudah menginjak bulan ketiga usia Sandra. Pada pagi yang cerah seperti biasanya Bibi Tina memandikannya sambil mendongeng. Ditatapnya mata kecil itu dengan penuh kasih sayang. Tapi kali ini Bibi curiga ada yang berbeda dari si kecil. Tatapan kosong  dan tidak ada respon setiap kali disapa. Mungkin anak seusia Sandra sudah wakunya tengkurap dan merespon jika diajak bicara entah dengan senyuman atau lainnya.

            “Ah mungkin perkembangan anak beda-beda” tepisnya

Sampai pada suatu hari Diah sendiri juga agak curuga dengan keadaan putrinya karena mulai bayi sampai sekarang meskipun dibelikan mainan yang merangsang pendengaran dan penglihatan sikecil tidak memberikan respon sama sekali. Pada malam hari Diah menyampaikan hal itu pada suaminya yang mungkin hanya malam hari ketemu sikecil dan selalu dalam kadaan tidur sehingga tidak tahu banyak tumbuh kembangnya.

            “Ya sudah.. besuk kita periksakan ke dokter, sekarang bunda istirahat dulu ya”

Sambil menyelimuti istrinya Fahri tidak lupa mencium sikecil yang sudah tertidur dari tadi. Diah yang masih gelisah berusaha memejamkan mata meskipun pikiran masih berkecamuk kemana-mana.

Keesokan harinya mereka bertiga sudah bersiap untuk ke dokter memeriksakan tumbuh kembang sikecil. Kali ini dokter Arman yang sudah stanby dengan kehadiran mereka karena Dokter Erwin masih berada di luar kota.

            “Pagi dok, ini putri kami yang mau saya periksakan menurut istri saya sampai saat ini belum merespon meskipun disekitarnya ada suara.”

Setelah melalui pemeriksaan intensif sekitar 1 jam dokter menemui Fahri dan Diah didepan mejanya dan mengatakan.

            “Maaf Tuan Fahri setelah saya lakukan pemeriksaan dengan seksama ternyata putri anda mengalami celebral palsy (CP) atau lumpuh otak. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor bisa sebelum atau sesudah melahirkan. Terdapat beberapa metode penanganan yang dapat menunjang agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik mungkin yaitu dengan terapi.

Tujuan terapi utama juga lebih difokuskan untk membantu bayi atau anak yang mengalami kondidi ini untuk bisa melakukan aktivitas secara mandiri seperti menggenggam suatu benda, duduk dan berjalan.

Sontak bagai dihantam badai Diah berteriak.

            “Apa mungkin penyebabnya terlambat mengeluarkan janin dok, karena pada saat itu dokter Erwin datang terlambat karena macet”.

            “Saya tidak bisa memastikan penyebabnya karena saya tidak tahu riwayat anda dari awal”

Dengan tangisan yang memecah kesunyian Diah sangat terpukul dengan keadaan sikecil. Putri  yang di nanti-nanti selama ini harus menderita karena mungkin kelalaian dokter Erwin.

            “Sabar nyonya.. semua pasti ada hikmahnya”.

            “Ini kelalaian manusia jadi bisa saya tuntut Dokter Erwin nanti”

Fahri yang selalu mensupport istrinya kali ini tidak membiarkannya untuk bertindak sembrono.

            “Sabar Bunda ini semua rencana Allah untuk kita dan buah hati kita. Kita harus bisa mengambil hikmah dari suatu peristiwa”.

            “Tapi kenapa anakku yang harus menanggung penderitaan selama hidupnya?”

            “Bukan….dia bukan menanggung penderitaan tapi dia yang akan memimpin teman-temannya, dia akan bertebar kasih pada sesamanya.”

Dengan langkah gontai Fahri dan Diah meninggalkan rumah sakit itu dan menuju rumah . Tidak henti-hentinya Fahri mengajak Diah untuk tawakal setelah sekian banyak usaha mendapatkan Sandra mungil.

              “bunda, bukankah manusia diciptakan untuk bermanfaat bagi lainnya nah bagaimana kalau bunda ijin keluar dari pekerjaan dan mendirikan Yayasan untuk anak-anak Celebral Pulsy seperti putri kita. Bunda bisa belajar banyak dan sharing ilmu bagaimana cara mengatasinya atau bisa mendatangkan psychiatrist untuk membantu mereka yang mungkin kekurangan dana sehingga bisa menerapi secara gratis.

            “Ayah berhati besar ..terima kasih atas pelajaran untuk saya yang mungkin kurang wawasan sehingga melupakan skenario Allah yang luar biasa.”

            “Ya Bunda .. kita ambil hikmahnya dengan bunda mempunyai yayasan Celebral pulsy, Sandra tidak akan jauh dairi bundanya. Dengan harta kita bisa berbagi dengan sesama”

            “Sekali lagi terima kasih ayah dan maafkan istrimu yang sering tempramen ini’.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Diamnapun possisi kita hendaklah bermanfaat bagi sesama.




Catatan :

Celebral palsy (CP) atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkn gangguan otot, gerak dan koordinasi tubuh.

 

 

Surabaya, 3 November 2022



TakdirMU terbaik untuknya

TakdirMU terbaik Untuknya Oleh : Wyda Asmaningaju, S.Pd Hari ini kamis, 30 Juli 2026 tepat pukul 11. 35 aku menunggu adzan dhuhur persiapan ...