Oleh : Wyda Asmaningaju
Namanya Jihan Aulia siswa kelas 7B di SMPN 31 Surabaya. Sebagai siswa baru harusnya dia rajin seperti teman-temannya yang lain. Tapi hal itu tidak dilakukan Jihan. Setiap ditanya kenapa tidak masuk jawabannya hanya buliran air mata saja.
Dari berbagai survey yang dilakukan guru BK dan wali kelas dibalik sering tidak masuknya karena dia menghabiskan waktu untuk merawat dan menyiapkan kebutuhan ibunya yang sakit (kakinya Kanan diamputasi karena diabet dan kaki satunya mati rasa). Dia anak kedua yg mempunyai kakak laki-laki putus sekolah Karena tidak mampu bayar Karena sekolahnya swasta. Sesuai pengakuannya, ayahnya sudah mulai tidak menyukai ibunya dan sekarang dalam proses perceraian. Dia sekolah kalau ada tantenya yang beda rumah mampir dan mau mengantar. Maka tidak jarang dia bolos sekolah. Melihat pemandangan itu, Kami para guru berdiskusi dan membuat keputusan untuk meminjamkan sepeda pancal baru supaya untuk mempermudah Jihan melangkahkan kaki menuntut ilmu.
Pagi itu ayah Jihan datang ke sekolah memenuhi undangan Kami terkait peminjaman sepeda tersebut. Dengan sombongnya dia berkilah "Saya ini barusan kerja bu dari PT ... langsung ke sini jauh-jauh". Padahal sebelum ayahnya saya panggil sesuai keterangan Jihan, ayahnya di rumah dan tidak bekerja. Pantesan setelah ditelpon beberapa menit langsung datang. Rasanya gemes menyaksikan pemandangan laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti itu. tidak lama ibunya telpon saya menanyakan PAS dan berterima kasih atas peminjaman sepeda.
Kami sedikit lega bisa membantu sedikit kesulitan anak didik kami. Selang 2 hari Jihan yang masih mengerjakan ulangan dikagetkan oleh suara telpon dari tantenya yang mengabarkan bahwa ibunya meninggal setelah beberapa saat kritis. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
No comments:
Post a Comment