Tuesday, December 13, 2022

PADAMNYA SEMANGAT

 By : Wyda Asmaningaju





            Class meeting adalah kegiatan refreshing setelah peserta didik mengikuti Ulangan Akhir Semester. Perkiraan rentang waktu setelah Penilaian Akhir Semester sampai penerimaan rapor sekitar 2 mingguan diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter pendidikan yang positif. Sementara para guru disibukkan untuk mengolah nilai sambil menghadirkan siswa yang belum memenuhi tugasnya. Mereka diajak refresh sebentar sambil mengasah bakat dan minat yang dipunyai. Pertandingan antar kelas yang mewajibkan setiap kelas mengirim jago-jagonya untuk mengikuti pertandingan lari cepat, basket putri, mobile legends dan senam kreasi.

 Lomba lari cepat wajib diikuti perorangan yang mana setiap kelas boleh mengirimkan jagonya lebih dari satu, maksimal 3 orang.

Lomba basket putri bertujuan mewadahi bagi mereka yang ikut ekstra kurikuler basket yang wajib diikuti satu team untuk satu kelas.

Lomba mobile legend memberikan kesempatan bagi mereka yang hobbynya nge-game. Gamer-gamer yang handal sudah bersiap untuk tanding. Peserta perorangan maksimal diikuti 3 orang per kelas.

Lomba senam kreasi wajib diikuti  seluruh penghuni kelas selain siswa yang mengikuti lomba di sana.

 Team dewan juri terdiri dari guru-guru terutama wali kelas sekaigus mendampingi kelasnya masing-masing. Kebetulan saya sebagai juri lari cepat. Jarak antara start dan finish sekitar 30 meter.

 

Lomba lari cepat diselenggarakan pada hari pertama, Selasa, 13 Desember 2022. Tepat pukul 08.00 lomba dimulai. Saya dan seorang teman berada di garis start sedangkan dua teman lainnya berada di garis finish. Penentu pemenang adalah teman yang berada di finish.

 

Kami memanggil enam siswa untuk sekali keberangkatan. Sekitar dua jam waktu berjalan, tibalah jago kami kelas IX H tampil. Sambil menggegamkan tangan saya tempelkan dengan tangan Ibrahim (tos) yang mau tanding untuk memberi semangat. Saya memberi aba-aba 1..2..3…mereka lari kencang sampai garis finish. Saya lihat dari start sepertinya Ibrahim yang duluan menyentuh garis finish tapi kata salah seorang teman kami yang di garis finish Firman kelas 8A yang duluan menyentuhnya.  Maka kejadian itu mengkibatkan protes di sana-sini.

Sambil bersungut-sungut tampak Ibrahim menghampiri saya menunjukkan sikap seorang yang sportif.

            “Bu..saya tadi yang menang, kenapa Pak Adi malah menujuk Firman yang menang. Coba ibu perhatikan video ini:”.

Sambil menunjukkan video dari temannya yang memang tas perintahnya sebelum tanding.

            “Begini sayangku, di dalam perlombaan atau pertandingan hanya sebuah permainan. Mungkin kamu dan Firman hanya terpaut sepersekian detik sehingga bagi Pak Adi Firman pemenangnya.”

            “Tapi kan itu tidak adil. Padahal saya sudah menunjukkan video ini pada Pak Adi”.

            “Keadilan hanya milik Allah nak. Manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin untuk bersikap adil, supaya kita tidak mendzalimi sesama.”

            “Pak Adi sudah berbuat tidak adil untuk saya bu, mungkin karena Firman 8A, wali kelasnya kn Pak Adi.”

            “Sayangku… kamu harus berjiwa besar untuk bisa menghadapi kenyataan hidup meskipun itu pahit rasanya. Ketika kamu terjun ke masyarakat yang memaksa dirimu menikmati beraneka ragam uniknya manusia, kamu tidak bisa memaksa orang lain harus bersikap seperti kamu meskipun itu benar. Kamu yang harus banyak mempelajari karakter mereka. Kamu bisa memilah mana yang baik kamu jadikan prinsip hidup dan mana yang tidak baik mohon ditinggal jauh-jauh.”

            “Iya bu sekarang saya paham”

            “Nah, sekarang.. ayo kita ke kantin untuk menghargai hasil kerja keras kalian. Hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk mengapresiasi kerja kalian.”

            “Iya bu, terima kasih”.Jawab Ibrahim sambil mengajak teman-temannya lain (peserta lomba) ke kantin.

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 14 Desember 2022

Saturday, December 10, 2022

Resensi Buku SOS : Sapa Ora Sibuk, Menulis Dalam Kesibukan

 Oleh : Wyda Asmaningaju


Membaca Judul buku ini SOS Sapa Ora Sibuk seakan menyentil saya supaya tidak mengatas namakan kesibukan untuk tidak menulis. Buku ini menginspirasi saya sebagai penulis pemula untuk selalu belajar banyak dalam hal kepenulisan. Beberapa puluh tahun silam saat masih di bangku kuliah saya pernah senang membaca dan  menulis di waktu senggang. Beberapa kumpulan cerpen dan novel menjadi idola saya. Pada akhirnya pupus dengan sendirinya, karena tidak pernah saya pupuk dan siram.

Penulis buku ini adalah seorang dosen Universitas Negeri Surabaya, penggerak literasi, trainer, editor dan masih banyak lagi gelar yang beliau sandang. Penulis mempunyai kesenangan membaca dan menulis sejak masih kecil. Sudah selayaknya kalau sekarang beliau sudah menjadi hero. Semua butuh proses sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa menulis dalam semua genre dengan kaidah yang benar.

  

Identitas Buku

a. Judul : SOS : Sapa Ora Sibuk, Menulis Dalam Kesibukan

b. Penulis : Much. Choiri

c. Penerbit : Tankali

d. Tahun Terbit : 2020

e. Tempat Terbit : Sidoarjo

f. Tebal Buku : 167 halaman

g. Ukuran Buku : 20 x 14 cm

 

Buku ini dibuka dengan judul bab yang menjelaskan kepanjangan singkatan dari halaman judul, yakni “S.O.S” atau “Sapa Ora Sibuk” (Terj.: Siapa Tidak Sibuk).Judul yang unik menurut saya karena dengan membaca judul buku ini memberi makna bahwa semua orang menyatakan dirinya sibuk. Pada bagian tersebut, penulis mengemukakan bahwa sebagian besar orang yang terus merasa dirinya disibukkan dengan berbagai urusan yang digelutinya, entah karena tugas domestik maupun karir di luar rumahnya. Bahkan seorang pengangguranpun akan mencari pekerjaan sebagai bentuk kesibukannya..

Penulis membuktikan di sini bisa menulis kapanpun dan dimanapun. Penulis mengingatkan supaya tidak meremehkan sebuah tulisan, apapun bentuknya. Siapa tau suatu saat kita butuh tulisan penting yang tercecer dalam sejarah kita.

Selain hal di atas, semua kilah kesibukan itu bisa juga digunakan sebagai alibi. Inilah kilah yang membuat mereka tetap berada di ‘zona nyaman’ bergelut dengan kesibukan tetap yang menurut mereka akan menambah beban jika kegiatan menulis dicantumkan ke dalam list kegiatan sehari-sehari. Banyak orang dituhankan oleh kesibukan mereka sendiri, namun hal itu adalah salah mereka sendiri yang terlalu larut dalam kesibukan yang tiada akhirnya. Mereka terlalu mengakrabkan pada kesibukan, merubung, dan melekat seolah menjadikan kesibukan itu adalah kawan mereka.

Intinya dari berbagai macam kesibukan tersebut lambat laun menjadi alasan pembenar agar mereka meninggalkan kewajiban yang menurutnya harus ditunaikan, yaitu menjadi seorang penulis sebagai panggilan kalbu. Tak hanya itu, mereka seharusnya sadar bahwa manusia akan dilupakan cepat atau lambat jika tidak menuangkan pikiran, ucapan, dan Tindakan dalam tulisan.

Pada bab selanjutnya, penulis kembali menguatkan penjelasan pada bab pertama, dengan cara ingin menekankan kembali soal kepenulisan dikala sibuk yang harus selaras dengan bersikap positif terhadap kesibukannya. Jadi diharapkan, energi positif itulah yang oleh penulis dikatakan akan menghasilkan kekuatan dan peluang.

Selanjutnya penulis kembali menekankan tentang keharusan manusia untuk terjun dalam dunia kepenulisan dengan mengutip bahwa menuliskan membuat kata-kata dapat melintasi masa demi masa. Pada bab selanjutnya, penulis menerangkan soal pembiasaan diri dalam kegiatan menulis. Dari yang pada awalnya terpaksa maupun sukarela menjadi terbiasa.

Pada bab keempatnya, berbeda dari ketiga bab sebelumnya, tidak lagi mengangkat soal ajakan menulis, melainkan teknik dasar kepenulisan itu sendiri, dimana dikatakan bahwa menulis itu layaknya berkomunikasi dengan pembaca sebagai audiens-nya.

Lanjutnya pada 17 bab setelahnya, penulis menyebutkan ketujuh belas strategi yang direkomendasikan untuk memulai kegiatan menulis dikala sibuk, seperti: Rajinlah membaca, Gunakan alat perekam Gagasan, Kobarkan inspirasi menulis, Tentukan waktu utama, Menulis bebas, Menulis di dalam hati, Menulis di waktu utama, Manfaatkan waktu luang, Menulis yang dialami, Menulis yang dirasakan, Menulis selaras dengan minat dan pekerjaan, Menulis dengan riang, menulis yang banyak, Read better write faster, Buatlah Motto yang dahsyat, dan terakhir ialah menulis dengan doa. 

Bagi non-penulis maupun penulis pemula, buku ini sangat direkomendasikan untuk membangun hingga meningkatkan minat atau ketertarikan dasar atas kepenulisan

Bahasa dalam buku ini tidak ditujukan untuk semua kalangan pembaca, namun untuk kalangan orang yang memiliki kesibukan yang padat.

Secara keseluruhan, buku ini sangat cocok untuk dinikmati oleh pembaca yang belum memiliki minat kepenulisan maupun pembaca yang juga merupakan penulis pemula, terlepas dari kekurangannya ide atau bahan.

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 14 - 12 - 2022

IBUKU TIDAK SAKIT LAGI

 Oleh : Wyda Asmaningaju


                    Jihan dan ayahnya bersama wali kelas saat menerima bantuan sepeda (dok. pri)

Namanya Jihan Aulia siswa kelas 7B di SMPN 31 Surabaya. Sebagai siswa baru harusnya dia rajin seperti teman-temannya yang lain. Tapi hal itu tidak dilakukan Jihan. Setiap ditanya kenapa tidak masuk jawabannya hanya buliran air mata saja. 

Dari berbagai survey yang dilakukan guru BK dan wali kelas dibalik sering tidak masuknya karena dia menghabiskan waktu untuk merawat dan menyiapkan kebutuhan ibunya yang sakit (kakinya Kanan diamputasi karena diabet dan kaki satunya mati rasa). Dia anak kedua yg mempunyai kakak laki-laki putus sekolah Karena tidak mampu bayar Karena sekolahnya swasta. Sesuai pengakuannya, ayahnya sudah mulai tidak menyukai ibunya dan sekarang dalam proses perceraian. Dia sekolah kalau ada tantenya yang beda rumah mampir dan mau mengantar. Maka tidak jarang dia bolos sekolah. Melihat pemandangan itu, Kami para guru berdiskusi dan membuat keputusan untuk meminjamkan sepeda pancal baru supaya untuk mempermudah Jihan melangkahkan kaki menuntut ilmu. 

Pagi itu ayah Jihan datang ke sekolah memenuhi undangan Kami terkait peminjaman sepeda tersebut. Dengan sombongnya dia berkilah "Saya ini barusan kerja bu dari PT ... langsung ke sini jauh-jauh". Padahal sebelum ayahnya saya panggil sesuai keterangan Jihan, ayahnya di rumah dan tidak bekerja. Pantesan setelah ditelpon beberapa menit langsung datang. Rasanya gemes menyaksikan pemandangan laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti itu. tidak lama ibunya telpon saya menanyakan PAS dan berterima kasih atas peminjaman sepeda.

Kami sedikit lega bisa membantu sedikit kesulitan anak didik kami. Selang 2 hari Jihan yang masih mengerjakan ulangan dikagetkan oleh suara telpon dari tantenya yang mengabarkan bahwa ibunya meninggal setelah beberapa saat kritis. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. 




Thursday, December 8, 2022

MENGEJAR CITA

 Oleh : Wyda Asmningaju


Nihayatut Thoyyibah (dok. Pribadi)


Namanya Nihayatut Thoyyibah (Nia). Kami memanggilnya adik karena memang paling keci di keluarga kami. Dari kecil selalu ceria, lincah dan aktif, tidak mau nganggur sedikitpun. Saat usianya 2 tahun dia minta sekolah padahal kami sebagai orang tua tidak bisa mengantar karena kesibukan masing-masing.

        “Ma kenapa aku gak sekolah? Padahal kakak 2 tahun sudah sekolah”.

        “Ya dulu mama masih belum padat kegiatannya dik jadi bisa antar jemput kakak”

        “Tapi aku pingin sekolah ma”

Supaya tidak terkesan membeda-bedakan anak, kami berusaha untuk mengikutkan kegiatan apa saja yang tentunya kami bisa mengantar jemput. Akhirnya kami menemukan sanggar tari di gedung Cak Durasim Genteng kali. Mulai tari tradisional sampai modern diikutinya. Tampak dia sangat enjoy dengan kegiatannya tiga kali setiap minggu. Pada saat memasuki Sekoah Dasar dia sudah mulai capek dan memintanya berhenti. Pada saat pulang sekolah dia selalu harus nunggu saya karena dia pulangnya lebih cepat. Disela-sela waktu nunggu saya maka dia memberi les temannya.

        “Ma, aku ngelesi Hendra karena kasihan dikatakan teman-teman bahwa Hendra bodoh”

Siswa kelas 1 SD sudah bisa memberi les temannya. Pemandangan yang unik bagi saya. Layaknya seorang guru, dia memberi soal dari bacaan yang sudah ditulisnya. Gurunya sampai terheran-heran, rasa pedulinya terhadap teman sangat tinggi.

Karena memang di Sekolahnya kebanyakan masyarakat menengah ke atas yang sekolah di situ.

 

Ketika di kelas 5 dia mulai mengeluh dengan pelajaran matematika.

        “Kenapa ya Ma, aku selalu lupa rumus matematika?”

        “Ya belajar terus biar gak lupa”

        “Sudah ma, sekarang ingat tapi pada saat ulangan ilang semua”

Kami sebagai Orang tua selalu memotivasi anak-anak, Sholat dan belajar tidak pernah sampai disuruh. Dia merasa kurang dalam matematika tapi selalu berusaha untuk belajar dan tanya teman atau gurunya. Samp pada saat ujian kelas 6 nilai yang dimilkinya cukup memuaskan akhirnya bisa daftar di SMP Negeri 39 Surabaya.

 

Ternyata kelemahannya tadi masih menghantui sampai di SMP. Berbagai cara dia tempuh supaya tidak lupa dengan rumus matematika kecuali kursus. Dia memang tidak mau mengikuti kursus apapun karena yang dilihat kakaknya tanpa kursus sudah bisa menyelesaiakan tugasnya dengan baik.

 

        ‘Kamu mau les ta nak, supaya membantu sedikit menyelesaiakan masalahmu”

        “Tidak usah Ma, buang-buang uang saja. Kakak tidak les ya pinter”

        “Tapi adik kan punya masalah dalam matematika, jadi butuh les nak”

        “Aku tanya teman dan guru sudah cukup ma”

 

Setiap pagi sebelum masuk sekolah dia selalu sholat Dhuha di musholah sekolah dan sudah menunggu gurunya dengan berbagai pertanyaan dan soal-soal matematika. Usaha itu dilakukan kurang lebih 3 tahun sampai lulus. Saat ujian pun dia masih melakukannya. Padahal sudah saya bilang

        “ kalau ujian gak usah beljar dik, kan sudah belajar tiap hari”

        “Aku mudah lupa ma jadi harus belajar terus, tidak seperti kakak?

Sampai pada suatu waktu gurunya mengatakan.

        “waduh anakku sudah pinter matematika ya”

Alhamdulillah berkat ketekunannya dia masuk SMA Negeri 1 Surabaya. Sedikit berdebat dengannya saat akan memilih jurusaan supaya memilih  IPS karena takut tidak mampu mengikuti program IPA.

        “Dik, tidak harus orang IPA nak yang sukses. Kalau memang kamu harus masuk IPS gak apa apa nak”

        “Tidak ma, aku milih IPA kayak kakak”

Sekali lagi cerminan kakaknya menjadikan teladan. Alhamdulillah setelah usai tes penjurusan ternyata sesuai keinginannya masuk MIPA 2. Ada seorang temannya yang mengikuti kursus dan soal-soalnya selalu dikerjakan bareng dengan Nia. Dia selalu menjadikan hari-harinya sibuk dengan diskusi dan kerja kelompok. Tidak jarang dia pulang sore hingga malam menghabiskan waktunya untuk selalu belajar dan belajar.

 

Waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa dia sudah lulus dari SMA dan siap menjadi mahasiswa. Maka dengan pilihan sendiri dia mengikuti UTBK. Pilihan pertama Universitas Gajah Mada dan pilihan kedua Universitas Malang dengan Jurusan Biologi. Dengan jujurnya dia bercerita bahwa asli cita-citanya adalah dokter.

        “Ma..sebenarnya aku pingin jadi dokter”

        “Kenapa gak milih dokter?”

        “Wuih..dokter mahal ma, bisa jual rumah kalau aku kuliah kedokteran”.

        Huush.. gak boleh ngomong seperti itu dik, siapa tau kamu bisa masuk tanpa harus mengeluarkan banyak uang”

        “Sudah,kuputuskan  milih biologi saja. Kan aku suka biologi’

        “Ya sudah mama cuma ngikut saja. Yang kuliah kan adik”

Qadarullah, kedua-duanya tidak diterima. Dengan segenap jiwa raga, kami meyakinkannya untuk mendaftar di jalur lain. Masih ada jalur terakhir yaitu jalur mandiri. Dengan didampingi kakaknya, Nia mencari universitas yang masih buka.

        “Ma, kalau aku kuliah jalur mndiri apa mama gak keberatan?”

        “Keberatan apa maksudmu?”

        “Nanti uang mama habis”

         “Ah kamu ada-ada saja. Orang tua mana yang keberatan menyekolahkan anaknya. Yang penting kamu lanjut kuliah. Kalau memang negeri tidak diterima ya swasta”

 

Dengan berbagai usaha mendaftar jalur mandiri di UPN dan PENS. Tidak lupa sebagai cadangan seandainya tidak diterima keduanya masuk swasta yang telah disetujuinya yaitu UNUSA jurusan keperawatan.

 

Alhamdulillah setelah pengumuman dan diterima di UPN Veteran Jatim prodi Agroteknlogi.

        “Dik, sekarang jadi dokternya tanaman ya he..he..”

        “Iya ma, ini dunia baruku yang memerlukan ketekunan dan keaktifan”

Hari ini dia melakukan penanaman pohon di mangrove bersama pertukaran pelajar dari luar daerah. Selamat menjalani proses dan tetap semangat mengejar cita nak..

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 9 Desember 2022

 


Tuesday, December 6, 2022

HARAPAN BARU

 Oleh : Wyda Amaningaju



                             Foto: suasana pagi di SMP Negeri 31 Surabaya (Dokumen pribadi)

                                        

Suasana pagi di SMP Negeri 31 Surabaya tampak beberapa siswa berlarian menuju kelas masing-masing setelah bersalaman dengan beberapa guru piket di depan gerbang. Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan semua siswa sudah berada di dalam kelas dilanjutkan dengan pembiasaan tepuk dan salam PPK serta do’a. disebuah kelas 8A tampak Bu Ayu memperkenalkan siswa baru.

        “Selamat pagi anak-anak”

        “Selamat Pagi Bu Ayu”

        “Anak-anakku pagi ini kita mendapat saudara baru di kelas ini, namanya Aulia Zahra pindahan dari SMP Al-Hikmah. Aulia pindah sekolah karena ikut neneknya yang tinggal di dekat SMP kita. Nah silahkan Aulia perkenalkan dirimu dengan teman-temanmu.

Tampak Aulia sambil menunduk bersuara pelan mengenalkan dirinya tanpa melihat orang yang diajak bicara.

        “Nah sekarang Aulia silahkan duduk di sebelah Gita karena satu-satunya kursi sebelahnya masih kosong.

Dengan langkah pelan sambil menggendong ranselnya dia duduk di sebelah Gita yang sangat ramah menyambutnya.

Bel istirahat berbunyi semua siswa kecuali Aulia dan Gita berhamburan keluar menuju kantin yang tidak jauh dari kelas 8A.

Tapi Aulia masih terlihat sedih tanpa ekspresi, meskipun Gita bersikap ramah padanya. Akhirnya Gita mencoba bertanya.

        “Maaf ya kenapa kamu pindah? Kan enak sekolahmu besar dan bagus.”

Begitu mendengar pertanyaan Gita saat itu juga tangis Aulia meledak sambil mengatakan.

        “Aku benci mama .. aku benci semua ….”

        “Maafkan aku kalau pertanyaanku menyinggungmu”

Tanpa disadari Aulia menangis di bahu Gita dan langsung tangan Gita memeluknya untuk menenangkan. Setelah tangisnya mereda Aulia menceritakan apa alasan kepindahannya.

        “Tahun kemarin aku dan kembaranku laki-laki bernama Andanu masuk SMP Al-Hikmah. Setelah rapor semesteran ternyata rapotku jauh dari harapan mama karena memang IQ ku lebih rendah dari Andanu. Aku tidak bisa mengikuti pelajaran disana terutama Agama yang membuatku tambah pusing. Tapi mama dan papa selalu memarahi aku dan menyuruh aku lebih giat belajar. sampai pada suatu saat nenek datang berkunjung kerumah dan meminta aku untuk tinggal dirumahnya sekaligus memindahkan aku dari Sekolah ternama dan berkelas itu.

        “Oh begitu ceritanya, okay sekarang kamu punya masa depan baru di sini meskipun sekolah negeri tidak kalah koq dengan Swasta yang berkelas. Saya akan menemani kamu belajar, bermain dan apa saja deh. Tapi harus janji kamu harus senyum dulu ya!”

Sambil memandang Gita, Aulia tersenyum dan mengangguk tanda setuju.

        “Nah gitu kita sekarang jadi team hebat ya, ayo basuh mukamu dengan air, itu sepeti badut”

Akhirnya mereka menjadi sahabat yang saling berbagi dan saling mengisi tanpa ada air mata lagi. Aulia menjadi pribadi yang ceria dan santun.




Surabaya, 6 Desember 2022

Friday, December 2, 2022

SECERCAH HARAPAN

 oleh : Wyda Asmaningaju


Dalam memperingati hari disabilitas Internasional tahun 2022, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menggelar berbagai macam lomba yang diantaranya adalah :

1. Menyanyi

2. Menari

3. Hafalan surat pendek

4. Mewarnai

5. Fashion show

6. Membaca puisi

7. MC

 

Semua Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif wajib mengikutinya. TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta dalam naungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya mempersiapkan para kandidatnya untuk bertanding melawan sekolah lain. Kami selaku pengajar di jenjang SMP yang serta merta disibukkan untuk menyeleksi anak didik kami yang “istimewa” juga mengikuti lomba tersebut.

 

Mengapa saya sebut istimewa? Karena dengan keberadaan mereka, terutama saya bisa belajar banyak tentang apa itu inklusi atau anak berkebutuhan khusus. Anak yang membutuhkan layanan pendidikan khusus supaya kedepannya bisa hidup mandiri. Ketunaan mereka bermacam-macam misalnya slow learner, tuna grahita, tuna daksa, tuna rungu/wicara dan autis.

 

Keunikan mereka juga bervariasi : ada yang suka belajar di pos satpam, ada yang tidak mau nulis tapi senangnya hanya menggambar, ada yang sukanya bercerita dan ada juga yang sukanya “walking-walking”. Itu yang membuat mereka istimewa bagi saya sebagai koordinator inklusi.

 

Sesuai arahan Guru Pembimbing Khusus (GPK) ke-tujuh siswa sudah dipilih melalui berbagai seleksi. Melalui beberapa kordinasi 7 siswa didampingi oleh 7 pendamping yang pada akhirnya harus melibatkan 5 guru reguler karena GPK kami cuma 2 orang.

 

Untuk lomba tingkat SMP dilaksanakan hari Rabu, 30 November 2022 di SMP Negeri 46 Surabaya. Semua sekolah mengirimkan jagonya untuk mengasah bakat mereka pagi itu. Tepat pukul 07.30 Ibu Tri Endang (Kabid Tendik) membuka acara tersebut dengan ucapan basmalah.

 

Setelah itu semua siswa didampingi guru mererka memasuki kelas sesuai lomba yang diikuti. Di depan pintu sudah ada siswa-siswa yang menyambut dengan map daftar hadir untuk memintanya regritrasi terlebih dahulu sebelum masuki ruangan.

 

Tidak jauh beda dengan saya sebagai juri mewarnai. Satu persatu siswa memasuki ruangan setelah mereka regristrasi. Tampak para guru dan orang tua dari balik kaca jendela yang belum ikhlas melepas mereka untuk berjuang di ranah bakatnya.

 

Setelah lembaran gambar tanpa warna saya tunjukkan dan saya suruh memberi identitas diri di baliknya, maka gambar tersebut saya bagikan kepada 32 peserta. Waktu pengerjaannya saya beri waktu 60 menit atau 1 jam.

 

 

Saya menjelaskan untuk menulis identitas di bagian belakang gambar.

Gambar : Dokumen pribadi

  

Menit demi menit berlalu, saya dan seorang teman juri berkeliling untuk melihat proses pewarnaan mereka. Menurut pengamatan saya, bakat dan minat bisa diciptakan dari luar misalnya dari dukungan orang tua dengan mengikutkan berbagai kursus bagi mereka yang berduit. Peran orang tua sangatlah diutamakan untuk tumbuh kembang mereka.

 

Dengan melihat proses lomba, seakan semua siswa mahir dalam mewarnai. Bak pelukis handal, mereka sangat berkonsentrasi pada gambar dan warna. Seakan lomba ini diikuti oleh siswa reguler yang rata-rata sudah mahir dalam mewarnai. Sejenak ruangan sepi tanpa ada yang berbicara sepatah katapun.

 

Dalam hitungan menit (sekitar 30 menit) sudah ada yang sudah selesai dan mengacungkan tangannya. Dalam hati berbisik “benar saja sudah selesai anaknya putih penampilannya bersih dari sekolah swasta terkenal dan pasti orang tuanya mengkursuskannya”. Gambarnya rapi dan bersih serta memancarkan kehidupan. Wooww  semakin banyak yang mulai mengumpulkan dan hasilnya sangat luar biasa.

 

Setelah Peserta selesai mengumpulkan semua gambar kami jajar rapi dan mulai eksekusi. Pada awal sedikit membuat para juri bingung untuk menentukan Juara, maka kami berembuk untuk menentukan sang Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1, 2, 3.

 

Sampai waktu ditentukan oleh panitia, selesai sholat dhuhur semua Juri berkumpul dan menyetor nama-nama sng Juara dan diumumkan Ibu Nur Hasanah Ketua MGPK kami. Disaat yang menegangkan saya tidak mau membuang waktu untuk kembali mendampingi siswa didik kami. Satu per satu lomba diumumkan, syukur Alhamdulillah ananda Harfiz mendapat Juara Harapan 2 lomba menghafal surat pendek. 

Setelah semua pengumuman Lomba berakhir, maka kami mengajak semua anak didik kami untuk pulang. Ada satu siswa ananda Sarah Kinanti peserta menari yang tidak mau pulang.

 

        “Ayo mbak Sarah kita pulang, lombanya sudah selesai”.

        “Namaku belum disebut bu”

        “Besuk nak, disebut saat upacara akan diberi hadiah”

        “Aku tidak mau ikut nari lagi, aku tidak mau ikut lomba lagi, aku benci remo”.

 

Sontak wajahnya merunduk tanpa bicara apapun. Sarah sedih dan marah dan masih alot untuk berdiri, sementara teman yang lain juga mengatakan hal yang sama. Badannya yang besar tidak membuatnya patah semangat untuk selalu lincah menarikan Remo.  Sekali lagi saya meyakinkan dia bahwa besuk akan dapat hadiah dari Sekolah. Dengan berat hati akhirnya Sarah dan teman-teman beserta guru pendamping beranjak pulang.

Seakan hati ini diiris-iris melihat pemandangan tadi. Alangkah dzolimnya diri ini kalau tidak bisa menyelesaiakan masalah ini. Tanpa pikir panjang motor yang saya kendarai dengan laju kencang, saya arahkan ke Jl. Embong Malang untuk membeli 7 Piala untuk anak-anak istimewa kami.

Mungkin dengan ini sedikit bisa mengobati rasa sedih Sarah. Semoga masih ada secercah semangat Sarah untuk lomba-lomba berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surabaya, 3 Desember 2022

Tuesday, November 29, 2022

TERGANTUNG KUALITAS

 Oleh : Wyda Asmaningaju



Anda kenal dengan makanan di atas? Ya benar kalau di Surabaya dan sekitarnya bernama ote-ote, ada juga orang Jawa  tengah memberi nama bakwan, di Bandung orang menyebutnya bala-bala, Bu Widut dari Madiun memberi label weci. Bunda Telly dari Makasar menyebutnya bikang doang. Itulah kebinekaan bahasa daerah kita.

 

Ote-ote merupakan makanan yang paling disukai di semua lapisan masyarakat. Karena harganya relatif murah (kalau beli di warung) dan bisa mengenyangkan. Di kantor saya hampir setiap hari seorang teman membawa gorengan dan salah satunya pasti ada ote-ote. Mayoritas teman kantor yang belum sempat sarapan dari rumah mereka membeli gorengan untuk mengganjal perut.

 

Biasanya saat disajikan ote-ote memiliki teman setia yaitu petis atau cabe lalap. Nah terutama bagi teman yang suka pedas ote-ote sebiji bisa menghabiskan 3 sampai 5 cabe. Wah bagaimana ya rasanya?

 

Di nikmati saat hujan , pagi hari, malam hari,sambil nunggu jemputan, sambil ngopi atau ngeteh semuanya mendukung. Kalau saya menikmatinya sambil membaca buku Master Emcho S.O.S sopo ora sibuk (menulis dalam kesibukan). Saking asyiknya menyimak isi buku dengan bahasa sederhana tapi penuh makna sampai tidak terasa habis berapa yang saya makan.

 

Rasanya yang gurih dan tampilannya yang sederhana membuatnya semakin diminati banyak orang. Terkandung protein hewani dan nabati serta karbohidrat didalamnya.

 

Bahan dasarnya adalah tepung terigu, tepung beras, kecambah atau tauge serta irisan kotak kecil wortel dan bawang pre dengan bumbu bawang putih, bawang merah dan merica serta garam secukupnya. Ada juga yang menambahkan dengan udang besar ditengan-tengah bagian atas. Ada yang mengisinya dengan tiram, rumput laut bahkan cincangan daging ayam sehingga harganya bisa lebih mahal.

 

Apakah ote-ote selalu didominan oleh rakyat kecil? Jangan salah..di dalam Mall-Mall terkenal  juga banyak jajanan itu. Nah kalau di sini tampilan dan isinya beda dengan yang dijual Mak Ti di pinggir jalan, yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan terpal. Kalau di Mall kualitas dan kebersihannya terjamin beda dengan dagangan Mak Ti yang hanya ditutup koran bekas.

 

Pada Umumnya harga ote-ote paling murah  mulai 1000 perak sampai paling mahal per biji 25 ribu yang saya ketahui di Surabaya adalah ote-ote porong. Berbeda dengan ote-ote sayur lainnya, ote-ote porong memiliki ciri khas sendiri yaitu adonannya ditambahkan kedelai halus sehingga membuatnya semakin padat.

 

Mak Ti yang kesehariannya berjualan ote-ote bisa mengumpulkan uang 50 ribu per hari (kotor) karena yang dijual per biji seharga 1000 perak. Sedangkan Bu Verina yang berjualan ote-ote di Mall bisa 10 kali lipat penghasilan kotornya karena yang dijual ote-ote per biji 25 ribu. Apa yang membedakan? kualitas barang.

 

Semakin bergengsi tempat jualan kita semakin banyak menarik orang ‘high class’ untuk membeli dagangan kita. Sekali beli mereka minim 5 biji untuk keluarganya. Jarang sekali mereka hanya beli cuma satu meskipun harganya 25 ribu sebiji.

Kalau memang tidak punya toko atau tidak mampu sewa tempat di Mall, kita bisa jualan lewat online yang tentunya mengutamakan kualitas. Dari bahan dasar yang mudah dicari dan murah kebanyakan orang bisa membuatnya.



Surabaya, 29 November 2022

TakdirMU terbaik untuknya

TakdirMU terbaik Untuknya Oleh : Wyda Asmaningaju, S.Pd Hari ini kamis, 30 Juli 2026 tepat pukul 11. 35 aku menunggu adzan dhuhur persiapan ...